Minggu, 30 Juli 2017

DR. Melati Sinaga, SH, SpN, MKn, MH, Dambakan IPPAT yang Bersinergi dengan Pemerintah



“Mendambakan organisasi IPPAT yang dapat membina anggotanya, agar bekerja profesional dengan bersinergi dengan pemerintah, untuk melayani dan melindungi kepentingan masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan nasional,” ungkapnya pertama kali kepada Majalah Grosse Digital (MGD, red) saat ditemui dikawasan Jakarta Selatan, Sabtu 2907.2017.

Munculnya nama-nama baru menjelang akhir Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub, red) yang akan ditutup pada tanggal 0808.2017 mendatang, ternyata tidak membuat surut semangat dari para pendatang baru untuk terus berjuang mengejar ketinggalan dalam memperoleh dukungan suara sedikitnya dari 50%+1 (17, red) Pengurus Wilayah (Pengwil, red) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT, red) se-Indonesia.
Salah satunya DR. Melati Sinaga, SH, SpN, MKn, MH, Notaris/PPAT Jakarta Selatan. Dimana nama sosok kartini ini baru muncul belakangan, setelah bermunculan nama-nama pendatang baru (“Kuda Hitam”- istilah MGD, red) lainnya. Seperti DR. Hapendi Harahap, SH, MH. Indradjdja, SH, SpN, MKn, MH. H. Irfan Uthen Ardiansyah, SH, LLm, SpN. dan, Harsono, SH.
Menurut pengakuan kartini yang akrab disapa Melati ini, mengaku bahwa dirinya bersedia diusung untuk maju menjadi Bakal Calon Ketua Umum (Bacakum, red) Pengurus Pusat (PP, red) IPPAT untuk Periode 2018 – 2021 karena dorongan dari rekan-rekan PPAT. “Itu pun sebelumnya, saya pikirkan matang-matang dulu, tidak langsung mengiyakan. Kata rekan-rekan karena saya telah banyak makan asam garam berorganisasi, makanya mereka mendorong saya agar mau maju jadi Bacakum,” kata Melati yang pernah menjabat di kepengurusan organisasi, baik Ikatan Notaris Indonesia (INI, red) maupun IPPAT di tingkat daerah maupun pusat, dan masih aktif diberbagai organisasi sosial lainnya. 
Ketika disinggung mengenai kesiapan dirinya untuk maju ke bursa Bacakum PP.IPPAT mendatang, Melati mengatakan bahwa banyak hal yang harus dibenahi dari organisasi IPPAT tersebut, hal itu dikarenakan tantangan kedepan akan semakin besar. “Apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan pembangunan Ekonomi Nasional, dan keikut-sertaan Indonesia dalam kerjasama antar Negara, khususnya dibidang ekonomi, baik regional dan global,” jelasnya.
Lebih lanjut, kartini yang meraih gelar Doktor (DR, red) dengan predikat cum laude di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, menambahkan jika seorang PPAT dapat bekerja profesional, maka akan terhindar dari permasalahan yang berhubungan dengan hukum. “Oleh karena itu, saya bersama-sama dengan rekan-rekan lain, akan menjadikan profesi PPAT yang professional dengan meningkatkan martabat insan PPAT, baik pada jajaran instansi terkait dan masyarakat luas,” tukasnya. 
Saat ditanya mengenai peran organisasi baik terhadap masyarakat dan negara, sosok ibu yang pernah menjabat sebagai Bendahara Pengurus Daerah (Pengda, red) Kabupaten Tangerang IPPAT tahun 2003 – 2007, dan pernah menjabat sebagai Ketua Pengda Kabupaten Tangerang IPPAT tahun 2007 – 2011, serta sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Bidang Dana dan Usaha PP.IPPAT 2007 - 2010, mengatakan organisasi IPPAT sebagai organisasi yang bermitra dengan pemerintah harus bersinergi sesuai kaidah-kaidah yang ditetapkan.
“Khususnya dibidang ke-PPAT-an dalam melayani kebutuhan masyarakat umum, serta juga harus mampu mematuhi peraturan dan perundang-undangan tentang ke-PPAT-an yang harus diterapkan di masyarakat, baik di Indonesia maupun yang ada kaitannya dengan kesepakatan internasional,” paparnya.
Mengetahui Konferdalub yang telah diambang pintu, DR. Melati Sinaga, SH, SpN, MKn, MH, mengatakan hal itu bukan halangan bagi siapa saja untuk terus maju dan berusaha serta berupaya. “Masalah masuk atau tidak nanti nama saya di Pra-Kongres IPPAT mendatang, itu urusan belakangan, tapi yang terpenting kita berjuang dulu sekarang. Intinya, kita berusaha sekuat tenaga dan semampu kita, karena saya tidak ingin mengecewakan rekan-rekan yang telah mengusung dan mendorong untuk maju menjadi Bacakum,” tukasnya.
Selain itu, kartini yang satu ini punya rekam jejak berorganisaai yang tidak tanggung-tanggung, diantaranya; dia pernah duduk sebagai Dewan Pimpinan Pusat (DPP, red) Pusat Departemen Perekonomian, dan pernah juga sebagai Caleg (Calon Legislatif, red) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR, red) RI, untuk daerah pilihan Sumatra Utara 2 (dua, red), yang wilayah daerah pilihannya di 19 Kabupaten/Kota dari salah satu partai politik nasional.
Bahkan saat ini, dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Departemen Anti Korupsi dan Mafia Hukum, dia juga masih menjabat sebagai Dewan Kajian Hukum (DKH, red) PP.INI tahun 2016 – 2019, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat di Pengwil DKI Jakarta INI dan IPPAT tahun 2015 – 2018. Melati juga masih aktif di Organisasi Masyarakat (Ormas, red) sebagai Pengurus Persatuan semua batak, yaitu Dalihan Natolu di kawasan Tangerang Selatan, dan sebagai Staf Khusus Ketua Umum (Ketum, red) Persatuan Pomparan Toga Sinaga Boru  Bere (PPTSBB, red)se-Dunia. 
Sebelum mengakhiri percakapan dengan MGD, dirinya menyampaikan bahwa masalah mengenai pembinaan anggota itu, harus sejalan dengan perkembangan dan bertambah banyaknya jumlah PPAT. “Sehingga kedepan, persaingan pun akan semakin ketat. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keharusan untuk melakukan pembinaan dan pembekalan kepada para anggota PPAT, agar dapat menghindari persaingan yang tidak sehat dengan mengedapan etika sesuai peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan,” tandasnya. Red-MGD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar