“Mendambakan organisasi IPPAT yang dapat membina
anggotanya, agar bekerja profesional dengan bersinergi dengan pemerintah, untuk
melayani dan melindungi kepentingan masyarakat dalam rangka percepatan
pembangunan nasional,” ungkapnya pertama kali kepada Majalah Grosse Digital
(MGD, red) saat ditemui dikawasan Jakarta Selatan, Sabtu 2907.2017.
Munculnya nama-nama baru menjelang
akhir Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub,
red) yang akan ditutup pada tanggal 0808.2017 mendatang, ternyata tidak membuat
surut semangat dari para pendatang baru untuk terus berjuang mengejar
ketinggalan dalam memperoleh dukungan suara sedikitnya dari 50%+1 (17, red) Pengurus Wilayah (Pengwil, red) Ikatan Pejabat Pembuat
Akta Tanah (IPPAT, red) se-Indonesia.
Salah satunya DR. Melati Sinaga, SH,
SpN, MKn, MH, Notaris/PPAT Jakarta Selatan. Dimana nama sosok kartini ini baru
muncul belakangan, setelah bermunculan nama-nama pendatang baru (“Kuda Hitam”- istilah MGD, red) lainnya.
Seperti DR. Hapendi Harahap, SH, MH. Indradjdja, SH, SpN, MKn, MH. H. Irfan
Uthen Ardiansyah, SH, LLm, SpN. dan, Harsono, SH.
Menurut pengakuan kartini yang akrab
disapa Melati ini, mengaku bahwa dirinya bersedia diusung untuk maju menjadi
Bakal Calon Ketua Umum (Bacakum, red)
Pengurus Pusat (PP, red) IPPAT untuk
Periode 2018 – 2021 karena dorongan dari rekan-rekan PPAT. “Itu pun sebelumnya,
saya pikirkan matang-matang dulu, tidak langsung mengiyakan. Kata rekan-rekan
karena saya telah banyak makan asam garam berorganisasi, makanya mereka
mendorong saya agar mau maju jadi Bacakum,” kata Melati yang pernah menjabat di
kepengurusan organisasi, baik Ikatan Notaris Indonesia (INI, red) maupun IPPAT di tingkat daerah maupun pusat, dan masih
aktif diberbagai organisasi sosial lainnya.
Ketika disinggung mengenai kesiapan
dirinya untuk maju ke bursa Bacakum PP.IPPAT mendatang, Melati mengatakan bahwa
banyak hal yang harus dibenahi dari organisasi IPPAT tersebut, hal itu
dikarenakan tantangan kedepan akan semakin besar. “Apalagi jika dikaitkan
dengan perkembangan pembangunan Ekonomi Nasional, dan keikut-sertaan Indonesia
dalam kerjasama antar Negara, khususnya dibidang ekonomi, baik regional dan global,”
jelasnya.
Lebih lanjut, kartini yang meraih
gelar Doktor (DR, red) dengan predikat
cum laude di Fakultas Hukum
Universitas Padjadjaran Bandung, menambahkan jika seorang PPAT dapat bekerja
profesional, maka akan terhindar dari permasalahan yang berhubungan dengan
hukum. “Oleh karena itu, saya bersama-sama dengan rekan-rekan lain, akan
menjadikan profesi PPAT yang professional dengan meningkatkan martabat insan
PPAT, baik pada jajaran instansi terkait dan masyarakat luas,” tukasnya.
Saat ditanya mengenai peran organisasi
baik terhadap masyarakat dan negara, sosok ibu yang pernah menjabat sebagai
Bendahara Pengurus Daerah (Pengda,
red) Kabupaten Tangerang IPPAT tahun 2003 – 2007, dan pernah menjabat sebagai
Ketua Pengda Kabupaten Tangerang IPPAT tahun 2007 – 2011, serta sebelumnya menjabat
sebagai Koordinator Bidang Dana dan Usaha PP.IPPAT 2007 - 2010, mengatakan organisasi
IPPAT sebagai organisasi yang bermitra dengan pemerintah harus bersinergi
sesuai kaidah-kaidah yang ditetapkan.
“Khususnya dibidang ke-PPAT-an dalam
melayani kebutuhan masyarakat umum, serta juga harus mampu mematuhi peraturan
dan perundang-undangan tentang ke-PPAT-an yang harus diterapkan di masyarakat,
baik di Indonesia maupun yang ada kaitannya dengan kesepakatan internasional,”
paparnya.
Mengetahui Konferdalub yang telah
diambang pintu, DR. Melati Sinaga, SH, SpN, MKn, MH, mengatakan hal itu bukan halangan
bagi siapa saja untuk terus maju dan berusaha serta berupaya. “Masalah masuk
atau tidak nanti nama saya di Pra-Kongres IPPAT mendatang, itu urusan
belakangan, tapi yang terpenting kita berjuang dulu sekarang. Intinya, kita
berusaha sekuat tenaga dan semampu kita, karena saya tidak ingin mengecewakan
rekan-rekan yang telah mengusung dan mendorong untuk maju menjadi Bacakum,”
tukasnya.
Selain itu, kartini yang satu ini punya
rekam jejak berorganisaai yang tidak tanggung-tanggung, diantaranya; dia pernah
duduk sebagai Dewan Pimpinan Pusat (DPP,
red) Pusat Departemen Perekonomian, dan pernah juga sebagai Caleg (Calon Legislatif, red) Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR, red) RI, untuk daerah pilihan
Sumatra Utara 2 (dua, red), yang
wilayah daerah pilihannya di 19 Kabupaten/Kota dari salah satu partai politik nasional.
Bahkan saat ini, dirinya masih
menjabat sebagai Sekretaris Departemen Anti Korupsi dan Mafia Hukum, dia juga
masih menjabat sebagai Dewan Kajian Hukum (DKH,
red) PP.INI tahun 2016 – 2019, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat di
Pengwil DKI Jakarta INI dan IPPAT tahun 2015 – 2018. Melati juga masih aktif di Organisasi
Masyarakat (Ormas, red) sebagai Pengurus Persatuan semua batak, yaitu Dalihan Natolu di kawasan Tangerang Selatan, dan sebagai Staf
Khusus Ketua Umum (Ketum, red)
Persatuan Pomparan Toga Sinaga Boru Bere (PPTSBB, red)se-Dunia.
Sebelum mengakhiri percakapan dengan MGD,
dirinya menyampaikan bahwa masalah mengenai pembinaan anggota itu, harus sejalan
dengan perkembangan dan bertambah banyaknya jumlah PPAT. “Sehingga kedepan, persaingan
pun akan semakin ketat. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keharusan untuk
melakukan pembinaan dan pembekalan kepada para anggota PPAT, agar dapat
menghindari persaingan yang tidak sehat dengan mengedapan etika sesuai
peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan,” tandasnya. Red-MGD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar