Grosse, Serang - Permasalahan yang kerap kali timbul dalam menjalani kewenangan selaku pejabat umum, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), terutama saat menangani persoalan perusahaan yang semakin komplek, rumit dan banyak masalah yang dihadapi dalam mengelola atau memahami sebuah perusahaan terbatas. Tak pelak saja, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Serang Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) menggelar seminar dengan mengangkat tema "Satu PT Seribu Persoalan, Kupas Tuntas Inbreng, Saham, Modal, RUPS, Anggaran Dasar, Konflik dan Risiko dalam Praktek". Seminar tersebut diselenggarakan pada Rabu 04 November 2026, di Swissbellin, Cikande, Serang, Banten, dengan menyuguhkan dua narasumber, yaitu Aulia Taufani, SH, Notaris dan PPAT Jakarta Selatan dan Lucky Lukman Hakim, STr, MH, Kepala Seksi (Kasie) Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Banten, yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn. Menurut moderator, bahwa tema besar yang diangkat dalam seminar kali ini, merupakan langkah awal dalam menyelenggarakan seminar hukum terkait perusahaan.
"Untuk pertama ini, sub tema yang kami angkat itu seputar inbreng, Saham, RUPS dan hal lain yang terkait dengan PT, nanti kedepannya, In Sya Allah, akan ada kelanjutan dari seminar hari ini," ungkapnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV.
Hadir pada seminar tersebut, Ketua Pengurus Wilayah (Banten) INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn. Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn. Ketua Pengda Kabupaten Serang INI, Mudanton Tri Putra, SH, MKn, MH. Ketua Pengda Kabupaten Serang IPPAT, Hilal Fitri, SH, MKn.
Hadir pula para Pengda, baik INI maupun IPPAT yang ada di wilayah Banten, dan berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, seminar yang dikomandoi oleh Evalusi Hastutik, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Pelaksana, berlangsung lancar dan terbilang sukses, pasalnya tak sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.
Menurut Susiana Masithah Sudian, SH, MKn, bahwa tema yang diangkat terkait satu perusahaan seribu persoalan, menjadi suatu kiasan yang menggambarkan betapa kompleks, rumit dan banyaknya masalah yang dihadapi dalam mengelola atau memahami sebuah Perusahaan Terbatas (PT).
"Jadi dalam satu PT itu, sudah pasti ada banyak persoalan, misalnya aspek legalitas dan hukum yang ketat, banyak aruran dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, dari aturan perpajakan, hukum ketenagakerjaan, hingga perizinan daerah, dan masih banyak lagi yang apabila tidak dipatuhi akan berujung mendapat sanksi pencabutan izin usaha," terangnya kepada MGD/GrosseTV.
Seminar yang dipandu oleh Madyarini Nurul, SH, MKn selaku pembawa acara (master of ceremony), membuka dengan menyapa para tamu undangan dan narasumber yang telah menempati tempat duduk yang disediakan oleh panitia, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Hymne IPPAT yang dipimpin oleh Zahwa, SH, MKn, selaku dirigen.
Kemudian diteruskan dengan beberapa sambutan, sambutan sekaligus laporan disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Evalusi Hastutik, SH, MKn. Sambutan dari Ketua Pengda Kabupaten INI, Mudanton Tri Putra, SH, MKn bersama Ketua Pengda Kabupaten Serang IPPAT, Hilal Fitri, SH, MKn. Lalu diteruskan dengan sambutan sekaligus membuka acara seminar secara resmi oleh Pengwil Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn bersama Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn.
Berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, seminar dibagi menjadi dua sesi, yaitu pada sesi pertama diisi oleh Aulia Taufani, SH dan Lucky Lukman Hakim, STr, MH, dengan tema "Inbreng, Risiko dan Potensi Konflik, serta Solusi dalam Praktik" yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn. Sedangkan pada sesi kedua, diisi oleh Aulia Taufani, SH, dengan tema "Saham, Modal, RUPS dan Konflik yang Biasa Terjadi dalam Praktek dan Solusinya," yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn.
Sedikit permasalahan yang perlu diperhatikan dalam PT, menurut Aulia Taufani, SH, yaitu antara lain; adanya benturan kepentingan, misalnya hubungan antara pemegang saham (owner), direksi (pengelola) dan dewan komisaris (komisaris), sering kali memicu terjadinya konflik internal (masalah good corporate governance).
"Bukan hanya itu saja, contoh arus kas (cash flow), pengelolaan modal, utang piutang, dan investasi, perlu dipahami, sehingga saat membuat akta tidak terjadi kesalahan yang akibatnya kepada si Notaris. Contoh, hal terkait pada saham diatur dalam UU No.40 Tahun 2007 dan UU Cipta Kerja," terang Aulia Taufani saat menyampaikan materi.
Semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber, sedikit banyaknya dapat memberikan gambaran dan solusi saat menangani permasalahan ketika membuat Akta yang berkaitan dengan perusahaan, salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.

