Kamis, 05 November 2026

Satu PT Seribu Persoalan di Pengda Kabupaten Serang INI dan IPPAT, Kupas Tuntas Inbreng, Saham, AD dan RUPS

Grosse, Serang - Permasalahan yang kerap kali timbul dalam menjalani kewenangan selaku pejabat umum, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), terutama saat menangani persoalan perusahaan yang semakin komplek, rumit dan banyak masalah yang dihadapi dalam mengelola atau memahami sebuah perusahaan terbatas. Tak pelak saja, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Serang Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) menggelar seminar dengan mengangkat tema "Satu PT Seribu Persoalan, Kupas Tuntas Inbreng, Saham, Modal, RUPS, Anggaran Dasar, Konflik dan Risiko dalam Praktek". Seminar tersebut diselenggarakan pada Rabu 04 November 2026, di Swissbellin, Cikande, Serang, Banten, dengan menyuguhkan dua narasumber, yaitu Aulia Taufani, SH, Notaris dan PPAT Jakarta Selatan dan Lucky Lukman Hakim, STr, MH, Kepala Seksi (Kasie) Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Banten, yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn. Menurut moderator, bahwa tema besar yang diangkat dalam seminar kali ini, merupakan langkah awal dalam menyelenggarakan seminar hukum terkait perusahaan.


"Untuk pertama ini, sub tema yang kami angkat itu seputar inbreng, Saham, RUPS dan hal lain yang terkait dengan PT, nanti kedepannya, In Sya Allah, akan ada kelanjutan dari seminar hari ini," ungkapnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV.

Hadir pada seminar tersebut, Ketua Pengurus Wilayah (Banten) INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn. Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn. Ketua Pengda Kabupaten Serang INI, Mudanton Tri Putra, SH, MKn, MH. Ketua Pengda Kabupaten Serang IPPAT, Hilal Fitri, SH, MKn.

Hadir pula para Pengda, baik INI maupun IPPAT yang ada di wilayah Banten, dan berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, seminar yang dikomandoi oleh Evalusi Hastutik, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Pelaksana, berlangsung lancar dan terbilang sukses, pasalnya tak sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.





Menurut Susiana Masithah Sudian, SH, MKn, bahwa tema yang diangkat terkait satu perusahaan seribu persoalan, menjadi suatu kiasan yang menggambarkan betapa kompleks, rumit dan banyaknya masalah yang dihadapi dalam mengelola atau memahami sebuah Perusahaan Terbatas (PT).

"Jadi dalam satu PT itu, sudah pasti ada banyak persoalan, misalnya aspek legalitas dan hukum yang ketat, banyak aruran dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, dari aturan perpajakan, hukum ketenagakerjaan, hingga perizinan daerah, dan masih banyak lagi yang apabila tidak dipatuhi akan berujung mendapat sanksi pencabutan izin usaha," terangnya kepada MGD/GrosseTV.

Seminar yang dipandu oleh Madyarini Nurul, SH, MKn selaku pembawa acara (master of ceremony), membuka dengan menyapa para tamu undangan dan narasumber yang telah menempati tempat duduk yang disediakan oleh panitia, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Hymne IPPAT yang dipimpin oleh Zahwa, SH, MKn, selaku dirigen.






Kemudian diteruskan dengan beberapa sambutan, sambutan sekaligus laporan disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Evalusi Hastutik, SH, MKn. Sambutan dari Ketua Pengda Kabupaten INI, Mudanton Tri Putra, SH, MKn bersama Ketua Pengda Kabupaten Serang IPPAT, Hilal Fitri, SH, MKn. Lalu diteruskan dengan sambutan sekaligus membuka acara seminar secara resmi oleh Pengwil Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn bersama Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn.

Berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, seminar dibagi menjadi dua sesi, yaitu pada sesi pertama diisi oleh Aulia Taufani, SH dan Lucky Lukman Hakim, STr, MH, dengan tema "Inbreng, Risiko dan Potensi Konflik, serta Solusi dalam Praktik" yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn. Sedangkan pada sesi kedua, diisi oleh Aulia Taufani, SH, dengan tema "Saham, Modal, RUPS dan Konflik yang Biasa Terjadi dalam Praktek dan Solusinya," yang dimoderatori oleh Susiana Masithah Sudian, SH, MKn.






Sedikit permasalahan yang perlu diperhatikan dalam PT, menurut Aulia Taufani, SH, yaitu antara lain; adanya benturan kepentingan, misalnya hubungan antara pemegang saham (owner), direksi (pengelola) dan dewan komisaris (komisaris), sering kali memicu terjadinya konflik internal (masalah good corporate governance).

"Bukan hanya itu saja, contoh arus kas (cash flow), pengelolaan modal, utang piutang, dan investasi, perlu dipahami, sehingga saat membuat akta tidak terjadi kesalahan yang akibatnya kepada si Notaris. Contoh, hal terkait pada saham diatur dalam UU No.40 Tahun 2007 dan UU Cipta Kerja," terang Aulia Taufani saat menyampaikan materi.

Semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber, sedikit banyaknya dapat memberikan gambaran dan solusi saat menangani permasalahan ketika membuat Akta yang berkaitan dengan perusahaan, salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.


Minggu, 01 November 2026

Banjir Hadiah Doorprize di Fest Padel 2026, Pengurus Daerah Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT

Grosse, Tangerang - Fest Padel 2026 yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) Kota Tangerang Selatan Ikatan Notaris Indonesia (INI) bersama Pengda Kota Tangsel Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), diikuti oleh 32 Tim, baik Ganda Putri Maupun Ganda Campuran dari berbagai daerah yang ada di Wilayah Banten, dan ada pula tim dari Pengda dan Pengurus Wilayah (Pengwil) lain, seperti Pengda Kota Jakarta Selatan dan Pengda Kota Jakarta Barat (Kepulauan Seribu). Fest Padel 2026 yang digelar pada Sabtu 31 Oktober 20526, menurut Ketua Pengda Kota Tangsel INI dan IPPAT, Arie Herawatie, SH, SpN, MH, sudah beberapa kali diundur pelaksanaannya. "Sebetulnya Fest Padel 2026 ini, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) IPPAT, tapi karena ada satu dan lain hal, akhirnya beberapa kali diundur. Alhamdulillah, akhirnya Fest Padel 2026 Pengda Tangsel INI dan IPPAT dapat digelar, bahkan banyak hadiah-hadiah doorprize yang bisa dibawa pulang oleh peserta," ungkapnya dalam sambutan. Fest Padel 2026 yang dikomandoi oleh Hayati Dian, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Pelaksana, dihadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten INI, Rustianah Dwi Korawah, SH, MKn dan Perwakilan dari Ketua Pengwil Banten IPPAT, Syarifuddin, SH, SpN, MH, serta hadir pula para Ketua Pengda INI dan IPPAT yang ada di wilayah Banten. Selain itu, Padel Fest 2026 Pengda Kota Tangsel INI dan IPPAT, diwarnai juga dengan lomba yel-yel yang diikuti oleh perwakilan Pengda-Pengda, sehingga menambah semarak suasana lomba padel tersebut, dan berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, pelaksanaan Padel Fest 2026, berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, walau ada sedikit kendala dalam pelaksanaannya.

Fest Padel 2026 yang digelar Pengda Kota Tangsel INIdan IPPAT diikuti oleh 32 Tim, Sabtu 31 Oktober 2026.

Lapangan padel kawasan Bumi Serpong Indah (BSD), Tangerang Selatan, Banten, Sabtu 31 Oktober 2026, sekitar pukul 07.30 WIB terlihat tak begitu ramai, hanya saja terlihat beberapa orang mengenakan kaos putih berlambangkan Ikatan Notaris Indonesia (INI) di lengan kanan dan lambang Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di lengan kiri, dan terdapat tulisan di tengah kaos tersebut, "Udah Siap Belum?" Padel Fest 2026.

Menurut salah satu orang yang mengenakan kaos tersebut, bahwa di lapangan padel ada pertandingan padel yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah (Pengda) Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT, hal senada juga disampaikan oleh salah satu panitia, bahwa pertandingan padel tersebut diikuti oleh sekitar 32 tim yang terdiri dari ganda putri dan ganda campuran. "Pesertanya dari beberapa Pengda yang ada di seluruh Indonesia, bukan hanya Pengda yang ada di Banten saja, ada juga dari Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu," tukasnya sambil merapihkan tumpukan hadiah doorprize.





Padel Fest 2026 yang digelar oleh Pengda Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT, dihadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, beserta jajarannya. Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn, yang diwakili oleh Sekretaris Pengwil Banten IPPAT, Syarifuddin, SH, SpN, MH, beserta jajarannya. Hadir pula para Ketua Pengda baik INI maupun IPPAT yang ada di wilayah Banten, bahkan para Ketua Pengda dari luar Banten pun banyak yang hadir guna memberikan support kepada anggotanya yang akan bertanding.

Selain itu, hadir juga Dewan Penasehat Pengda Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT, DR. Titi Sulistyowati, SH, SpN, MH dan hadir juga para anggota INI dan IPPAT yang tak ikut bertanding, namun kehadirannya memberikan semangat bagi tim Pengdanya dalam bertanding. Menurut salah satu wasit, bahwa dalam pertandingan kali ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok, yaitu dua kelompok ganda putri dan dua kelompok ganda campuran. "Mereka akan bertanding di kelompoknya masing-masing, dan penilaiannya dari point nilai yang dikumpulkan," jelasnya singkat.







Pertanding padel dibuka secara resmi yang ditandai dengan pemukulan bola, oleh Ketua Pengwil Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, Sekretaris Pengwil Banten IPPAT, Syarifuddin, SH, SpN, MH dan Dewan Penasehat Pengda Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT, DR. Titi Sulistyowati, SH, SpN, MH, yang didampingi oleh Ketua Pengda Kota Tangerang Selatan INI dan IPPAT, Arie Herawati, SH, SpN, MH, usai dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Hymne IPPAT, serta pembacaan do'a.

Sorak sorai terdengar dari keempat lapangan padel, teriakan tersebut memberikan support dan semangat kepada tim yang tengah bertanding. Pertandingan demi pertandingan dimulai, dan wasit serta juri pun mulai menghitung point yang berhasil dikumpulkan oleh para tim usai mengalahkan lawannya. Disela-sela jalannya pertandingan, panitia mengisi dengan pembagian hadiah doorprize, dan diisi pula dengan perlombaan yel-yel dari masing-masing Pengda.






Tak terasa waktu berlalu, seluruh rangkaian pertandingan usai dijalankan, dan terpilihlah beberapa tim yang menjadi juara 1, 2 dan 3 baik ganda putri maupun ganda campuran, serta terpilih pula juara yel-yel, serta terpilih juga kostum terbaik dari putri dan putra peserta Padel Fest 202. Berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, Padel Fest 2026 berlangasung dengan lancar dan terbilang sukses.

Bukan hanya dari jumlah tim yang mengikuti pertandingan saja, melainkan juga sponsor yang mensupport terselenggaranya kegiatan tersebut juga terbilang banyak, bahkan tak sedikit dari sponsor yang memberikan hadiah tambahan, berupa potongan harga berupa kupon diskon dan lain sebagainya. Semoga kegiatan yang tak hanya meraih kemenangan dalam pertandingan, namun juga menjalin silatuhrahmi diantara anggota INI dan IPPAT dapat terus dilaksanakan kedepannya.