Grosse, Jakarta - Kerukunan Ibu Bapak Mantan Agraria (KIMA) dan Persatuan Pensiunan Agraria Pertanahan (PPAP) menggelar kegiatan Halal Bi Halal (HBH), 01 Syawal 1446 H, pada Minggu 13 April 2025 yang lalu di kediaman Ketua KIMA, DR. Erni Rohaini, SH, SpN, MBA, Notaris/PPAT Jakarta Selatan, istri dari Ir. Toto Sumiyoto, Purna Bhakti Sekretaris Utama (Sestama/Sekjend) BPN, dengan mengangkat tema "Merajut Silatuhrahmi Meraih Ridho Allah". Kegiatan tersebut dihadiri oleh para mantan pejabat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat ini, dimana sebelumnya bernama Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Republik Indonesia/BPN atau Kementerian Agraria dan BPN. Hadir Ketua PPAT, Erna Sri Yatmi, BSc, SH, MH, dan kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian tausyiah yang mengingatkan arti dan makna taqwa, serta tanda keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. Kegiatan yang berlangsung sederhana namun berlangsung dengan penuh hikmat, berjalan dengan lancar dan terbilang sukses.
| KIMA dan PPAP Gelar HBH dengan tema "Merajut Seilatuhrahmi Meraih Ridho Allah SWT", Kediaman Ketua KIMA, DR. Erni Rohaini, SH, SpN, MBA, Minggu 13 April 2025. |
Keberadaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia, pertama kali dibentuk pada tahun 1955 yang lalu, melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 55 Tahun 1955. Sebelum menjadi kementerian, pada tahun 1955, urusan agraria diselenggarakan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kemudian pada 24 September 1960 merupakan titik tolak reformasi hukum pertanahan nasional, rancangan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) disetujui, menjadi UU Nomor 05 Tahun 1960. Pada tahun 1964, melalui Peraturan Menteri Agraria Nomor 1 Tahun 1964, ditetapkan tugas, susunan dan pimpinan Departemen Agraria, kemudian disempurnakan dengan Peraturan Menteri Agraria Nomor 1 tahun 1965, yang mengurai tugas Departemen Agraria serta menambah Direktorat Transmigrasi dan Kehutanan ke dalam organisasi.
Pada tahun 1972, Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 145 tahun 1969 dicabut dan diganti dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 88 tahun 1972, yang menyebutkan penyatuan instansi Agraria di daerah. Pada tingkat propinsi, dibentuk Kantor Direktorat Agraria Propinsi, sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota dubentuk Kantor Sub Direktorat Agraria Kabupaten/Kotamadya. Lalu pada tahun 1988, menjadi tonggak bersejarah, karena saat itu terbit Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1988 tentang Badan Pertanahan Nasional. Sejarah dengan meningkatnya pembangunan nasional yang menjadi tema sentral proyek ekonomi - politik di era Orde Baru.
Demikian sekelumit sejarah lembaga yang mengurusi bidang pertanahan di Indonesia, dan pada masa itulah Ir. Toto Sumiyoto bergelut sebagai Sekretaris Utama (Sestama/Sekjend) BPN, sekarang sudah Purna Bhakti. Meskipun demikian, kerukunan dan kekompakan para pensiunan tetap solid, hal tersebut terlihat dengan dibentuknya KIMA (Kerukunan Ibu Bapak Mantan Agraria) dan PPAP (Persatuan Pensiunan Agraria Pertanahan). Bahkan para mantan dari Agraria dan Pertanahan tersebut, sampai saat ini masih rutin melakukan pertemuan, salah satunya seperti kegiatan yang diselenggarakan di kediaman Ketua KIMA, DR. Erni Rohaini, SH, SpN, MBA, istri dari Ir. Toto Sumiyoto.
Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) 01 Syawal tersebut, diadakan kerjasama antara KIMA dan PPAP dengan mengangkat tema "Merajut Silatuhrahmi Meraih Ridho Allah SWT", dan berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV yang mendapat kesempatan untuk melakukan peliputan, kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses. Bahkan disela-sela berlangsungnya kegiatan, disampaikan pula bagaimana KIMA dan PPAP terbentuk serta maksud dan tujuan, bahkan visi dan misinya pun disampaikan oleh Ketua KIMA, DR. Erni Rohaini, SH, SpN, MBA yang juga menjabat sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kota Jakarta Selatan.
Semoga kegiatan dalam rangka menjalin silaturahmi diantara para petinggi dan pegawai Agraria Pertanahan dapat terus dilaksanakan, sehingga jalinan komunikasi dapat terus terjaga sampai akhir hayat. Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar