Selasa, 31 Maret 2026

Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD, "Tuk Selesaikan Masalah, Siap Beri Respon atas Keluhan Anggota"

Grosse, Jakarta - Perhelatan dalam organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI), akan segera memasuki babak dalam penentukan siapa yang akan masuk dalam usulan dan usungan anggota INI di seluruh Indonesia, dimana pada bulan April 2026 mendatang, tepatnya pada tanggal 15 - 17 April, akan digelar Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Diperluas (RP3YD)/Pra Kongres guna menetapkan nama-nama yang masuk sebagai Bakal Calon Ketua Umum (Balon Ketum) dan Balon Anggota Dewan Kehormatan Pusat (DKP). Besar kemungkinan, salah satu nama yang akan masuk dalam nominator Balon Ketum, yaitu Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD. Menurutnya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anggota, dan ada beberapa hal kebijakan yang sebenarnya memberatkan anggota, hal ini harus mendapat perhatian khusus dengan memberikan merespon yang cepat tanggap. "Jadi organisasi harus menyesuaikan diri (beradaptasi), dan merespon perubahan situasi, kondisi dan lingkungan dengan cepat dan tepat," tukasnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV saat ditemui di ruang kerjanya. 

Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD
Notaris/PPAT Jakarta Selatan

Menurut Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD, istilah 'Adaptif' sangat dibutuhkan, terutama demi kepentingan anggota. "Misalnya membentuk satuan tugas Verifikasi Substantif, khusus sebagai penghubung luar anggota daerah atau wilayah dengan Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia (RI). Selain itu, organisasi yang adaptif itu, cepat tanggap dalam merespon beban yang dipikul oleh Anggota Aktif maupun Calon Notaris (anggota luar biasa), dimana mereka dibebankan untuk mengumpulkan point yang memberatkan untuk pindah atau pensiun, maupun untuk pengangkatan," terangnya.

Lebih lanjut lagi, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kota Jakarta Selatan ini, menambahkan dalam bentuk nyata adaptif, yaitu salah satunya dengan membentuk tim reaksi cepat di organisasi untuk memberikan bantuan bagi anggota yang tengah menghadapi masalah. "Jadi, organisasi tidak menunggu pengaduan atau laporan atau permintaan dari anggota yang sedang menghadapi masalah, tapi ketika ada informasi bahwa ada anggota yang sedang bermasalah. Tidak ada salahnya, organisasi yang merupakan wadah bagi Notaris untuk bernaung, secara inisiatif mendatangi guna menanyakan permasalahan yang dihadapi untuk memberikan solusi," papar Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD.

Berdasarkan data-data yang Majalah Grosse Digital (MGD) himpun dari berbagai sumber, Adaptif merupakan kemampuan individu atau organisasi untuk dengan mudah menyesuaikan diri, beradaptasi, dan merespons perubahan situasi, kondisi, atau lingkungan dengan cepat dan tepat. Sifat tersebut mencakup fleksibilitas, kreativitas, inovasi, serta ketahanan untuk bertahan dan berkembang dalam tantangan baru. "Jadi, demi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi anggota, kalau saya terpilih selaku Ketua Umum, saya akan siap memberikan respon terhadap keluhan anggota," ujarnya.



Surat Sakti Satu Nama Bakal Calon, Tak Mempan di Beberapa Pengurus Daerah

Grosse, Jakarta - Beredarnya rumor, bahwa adanya surat yang dilayangkan ke Pengurus Daerah (Pengda) yang ada di Indonesia, bahkan ada pula yang disampaikan secara lisan. Dimana intinya meminta agar dalam Rapat Anggota guna pengusulan nama-nama Bakal Calon (Balon) Ketua Umum (Ketum) dan Balon Anggota Dewan Kehormatan Pusat (DKP) hanya untuk satu nama saja, seperti halnya yang disampaikan oleh salah satu anggota INI yang namanya enggan disebutkan, menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menerima kalau pesta demokrasi dalam pemilihan Ketum Pengurus Pusat (PP) INI tahun 2026, mengkebiri hak anggota untuk memilih dan dipilih.

"Kalau mau jadi Ketum atau anggota DKP ya berjuang donk, dimana perjuangannya? ya di Kongres nanti. Bukan caranya meminta teman-teman di Pengda hanya mengusulkan satu nama saja, itu namanya tidak jantan donk, dan mematikan demokrasi dan hak anggota," ujarnya saat dihubungi Majalah Grosse Digital (MGD). Lebih lanjut, akhirnya Rapat Anggota berlangsung dengan bermunculan beberapa nama, baik untuk Balon Ketum maupun untuk Balon Anggota DKP.

Lebih lanjut lagi, anggota INI tersebut menyampaikan bahwa surat sakti yang beredar dan gaungan suara agar di Pengda-Pengda hanya mengusulkan satu nama, hal tersebut tidak terealisasi di beberapa Pengda. "Kagak mempan tuh surat sakti dan suara sumbang agar kita hanya memunculkan satu nama saja, kita mau kongres itu kan sebagai pesta demokrasi, bukan justru mematikan demokrasi," tandasnya.




Kamis, 19 Maret 2026

Tumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial dan Pererat Ukhuwah Islamiyah Melalui Yayasan Raudhatul Bayan Indonesia

Grosse, Jakarta - Yayasan Raudhatul Bayan Indonesia (RBI), berkomitmen penuh membantu meringankan beban tersebut melalui program Bantuan Dana Ramadan dan Donasi untuk Indonesia dan Palestina. Program tersebut hadir, menurut Ketua Harian, Siti Femira Finartia A, SH, SpN, sebagai sarana berbagi kebahagiaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama. "Melalui inisiatif ini, kami (Yayasan RBI) berupaya menumbuhkan rasa kepedulian sosial, sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara efektif bagi masyarakat yang berhak menerimanya," ungkapnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV. Salah satu bentuk program tersebut, yaitu buka puasa bersama dan pemberian santunan untuk fakir miskin, dan kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Al Husna, Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin 16 Maret 2026. "Kami saat ini menyalurkan donasi kepada sekitar 150 fakir miskin yang ada di wilayah Jakarta Timur," ujar Hassan Abud, SH, Ketua Umum (Ketum) yayasan RBI.

Yayasan Raudhatul Bayan Indonesia (RBI) gelar buka puasa bersama dan pemberian santunan untuk fakir miskin, Masjid Al Husna, Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin 16 Maret 2026.

Meskipun yayasan Raudhatul Bayan Indonesia (RBI) terbilang masih baru, namun giat untuk memberikan kebahagiaan terhadap orang membutuhkan sangat besar. Hal tersebut terlihat dari kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Al Husna, Cipinang, Jakarta Timur, dimana yayasan yang diketuai oleh Hassan Abud, SH, selaku Ketua Umum dan Siti Femira Finartia A, SH, SpN, selaku Ketua Harian, membuat kegiatan buka puasa bersama dan santunan terhadap 150 mustahik (orang yang berhak menerima).

Kegiatan yang digelar pada Senin 16 Maret 2026, dengan bertema "Ramadhan Berbagi". Ramadan merupakan bulan penuh berkah, dimana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan kepedulian sosial, terutama bagi fakir miskin, yatim, dan dhuafa. "Tingginya kebutuhan ekonomi selama bulan suci ini, sering kali menjadi beban berat bagi masyarakat prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan pokok, ibadah dan persiapan Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, diperlukan peran lembaga sosial yang amanah untuk menyalurkan bantuan donatur secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," terang Siti Femira Finartia A, SH, SpN, kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV.






Ditambahkan oleh Hassan Abud, SH, selaku Ketua Umum RBI, bahwa tujuan dan misi RBI, antara lain; membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu selama bulan Ramadhan, menyalurkan dana bantuan secara tepat sasaran kepada fakir miskin, dhuafa, anak yatim, dan masyarakat prasejahtera. Dan, bantuan kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas umat Islam Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina, serta meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan dan menjadi sarana ibadah dan amal jariyah bagi para donatur.

"Saya bersyukur dapat mengenal ibu-ibu Notaris, dimana mereka sangat antusias untuk membantu sesama yang membutuhkan. Bahkan hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, kami sudah dapat memberikan bantuan kepada ibu-ibu yang ditinggal suaminya untuk berjuang dan syahid di medan perang," ungkapnya. Selain itu, Ustadz Mohammad Iman menyampaikan, bahwa kegiatan RBI tidak hanya sebatas itu saja, melainkan juga memberikan pendidikan mengenai tata cara membaca Al Qur'an yang baik dan benar. "Jadi, kami seminggu sekali mengadakan pelatihan melalui zoom meeting (webinar) mengenai cara melafazkan Al Qur'an, jadi pertama kali kita harus fasih dalam melantunkan ayat suci Al Qur'an, dan baru kita mencoba memahami maknanya," terangnya.






Kegiatan yang dipandu oleh Ustadzah Rukoyah selaku pembawa acara (master of ceremony), membuka acara dengan menyapa dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Husna, yang telah bersedia menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan RBI. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an Surah Al Baqarah Ayat 183 - 187 yang dibawakan oleh Letty Wahab, SH, SpN, selaku Qori'ah dan Risna Muvida, SH, MKn selaku Saritilawah.

Lalu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum RBI, Hassan Abud, SH dan diteruskan dengan penyerahkan secara simbolik kepada mustahik, yang diberikan oleh Ketua Umum RBI dan para Donatur, serta Syekh Abdurrahman. Kemudian, acara diteruskan dengan pemutaran video dan penyampaian kondisi di Palestina, dan diteruskan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Syekh Abdurrahman dan Ustadz Mohammad Iman.







Berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, kegiatan berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, hal tersebut terlihat dari pengurus masjid yang turut membantu agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik, semoga apa yang disalurkan oleh RBI, menjadi lahan ibadah bagi para donatur. Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.

Kamis, 12 Maret 2026

Kupas Tuntas Pembuatan Akta PPJB dan Akta Jual Beli dari Teori ke Praktik di Pengwil Banten INI dan IPPAT

Grosse, Banten - Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang diketuai oleh Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, bekerjasama dengan Pengwil Banten Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang diketuai oleh Ellies Daini, SH, MKn, menyelenggarakan kegiatan workshop dengan mengangkat tema "Kupas Tuntas Pembuatan Akta PPJB dan AJB, dari Teori ke Praktik". Kegiatan yang diadakan di Menara TopFood, Tangerang, Banten, pada hari Rabu 11 Maret 2026 yang dikomandoi oleh Andrea Septiyani, SH, SpN, MH selaku Ketua Panitia Pelaksana, menghadirkan Ni Putu Nena BP Rachmadi, SH, MKn sebagai narasumber yang dimoderatori oleh Catherine Susantio, SH, MM, MKn. Workshop yang diikuti oleh sekitar 230 peserta dari Notaris, PPAT dan Anggota Luar Biasa (ALB) yang ada diseluruh Indonesia, diantaranya; Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Sumatera, Jawa Barat, Banten, dan lainnya yang tidak dapat diseburkan satu persatu. Hadir pada workshop tersebut Ketua Pengwil Banten INI beserta jajarannya, Ketua Pengwil Banten IPPAT beserta jajarannya, para Ketua Pengurus Daerah (Pengda) INI dan IPPAT se-Banten, Dewan Kehormatan Wilayah (DKW), Majelis Kehormatan Wilayah (MKW) dan Dewan Kehormaran Daerah (DKD), Majelis Kehormatan Daerah (MKD) serta tamu undangan lain yang tak dapat disebutkan. Berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, kegiatan workshop berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, selain banyaknya pertanyaan yang dilontarkan, panitia pun menyediakan hadiah doorprize bagi peserta yang memberikan pertanyaan terbaik.

Pengwil Banten INI dan IPPAT selenggarakan workshop dengan mengangkat tema "Kupas Tuntas Pembuatan Akta PPJB dan AJB, dari Teori ke Praktik", Rabu 11 Maret 2026.

Notaris berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP), diberi kewenangan untuk membuat Akta selaku pejabat umum. Meskipun sama-sama selaku pejabat umum namun kewenangannya berbeda, dan aturan yang mengaturnya juga berbeda. Notaris diberi kewenangan untuk membuat Akta Autentik, memberikan jasa hukum, dan menjamin kepastian hukum perdata bagi masyarakat, diatur dalam UU No.2 Tahun 2014 perubahan atas UU No.30 Tahun 2004. Sedangkan PPAT diberi kewenangan untuk membuat Akta Autentik terkait perbuatan hukum pertanahan, dan ditur dalam PP No.37 Tahun 1998 yang perubahannya dalam PP No.24 Tahun 2016.

Lebih lanjut lagi, Notaris berwenang membuat dokumen, seperti Akta Perjanjian, Pendirian Badan Hukum, dan Pengakuan Hutang. Sedangkan PPAT berwenang membuat Akta terkait perbuatan hukum pertahan, seperti Akta Jual Beli (AJB), Tukar Menukar, Hibah, Pembagian Hak Bersama, dan Hak Tanggungan, guna keperluan Pendaftaran Tanah. Meskipun kewenangan Notaris dan PPAT sudah diatur dalam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, namun dalam prakteknya kerap kali mengalami dan menghadapi permasalahan yang terkait dengan kewenangannya selaku pejabat umum.




Oleh karena itulah, Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten Ikatan Notaris Indonesia (INI) berkolaborasi dengan Pengwil Banten Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), menggelar workshop terkait kewenangan baik Notaris maupun PPAT, yaitu Workshop Kupas Tuntas Pembuatan Akta PPJB dan AJB, dari Teori ke Praktik, dengan menghadirkan Ni Putu Nena BP Rachmadi, SH, MKn selaku narasumber. Kegiatan tersebut diadakan di Menara TopFood, Tangerang, Banten, Rabu 11 Maret 2026.

Workshop yang di pandu oleh Dewi Inalya Junita Sitorus, SH, MKn, selaku pembawa acara (master of ceremony), membuka acara dengan menyapa para tamu undangan yang hadir dan membacakan susunan acara. Hadir pada workshop tersebut, Ketua Pengwil Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn beserta jajarannya. Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn beserta jajarannya. Dewan Kehormatan Wilayah (DKW) Banten INI, Lieke Tikilie, SH, SpN. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Hymen IPPAT yang dipimpin oleh Legalia Riama Uli Sirait, SH, SpN, MM, MH selaku dirigen.





Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a yang pimpin oleh Danu Kenang Rustiawan, SH, MKn, lalu diteruskan dengan beberapa sambutan, sambutan sekaligus laporan disampaikan oleh Andrea Septiyani, SH, SpN, MH, selaku Ketua Panitia Pelaksana, lalu sambutan dari Ketua Pengwil Banten IPPAT, Ellies Daini, SH, MKn yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi dengan pemukulan gong.

Usai dibuka secara resmi, kegiatan workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ni Putu Nena BP Rachmadi, SH, MKn yang dimoderatori oleh Catherine Susantio, SH, MM, MKn, dan penyampaian materi tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan sesi Akta Jual Beli. Berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, kegiatan workshop berlangsung lancar dan terbilang sukses, pasalnya bukan saja diikuti oleh Notaris dan PPAT dari seluruh daerah, juga banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta.

Rabu, 11 Maret 2026

Kegiatan Marathon, dari Rapat Anggota Hingga Santunan Anak Yatim dan Dhu'afa di Pengda Kab Tangerang INI dan IPPAT

Grosse, Tangerang - Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Tangerang (Katang) Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), yang diketuai oleh Dyah Dwiyanti Prihatingtyas, SH, MKn, menggelar tiga kegiatan sekaligus dalam satu hari, diawali dengan Rapat Anggota dan diakhir dengan santunan kepada anak yatim dan dhu'afa. Kegiatan yang dikomandoi oleh Iding Supandi, SH, MKn, diselenggarakan di Lemo Hotel Serpong, Tangerang, Banten, Selasa 10 Maret 2026, berlangsung dengan lancara dan terbilang sukses. Pasalnya, baik kegiatan Rapat anggota, Up Grading yang mengangkat tema "Perolehan Tanah Agunan Melalui Cessie, serta Pembayaran Harga Tanah dengan Menggunakan Saham", buka puasa bersama maupun santunan anak yatim dan dhu'afa, para jajaran pengurus, jajaran panitia, peserta up grading, dan anak yatim serta dhu'afa mengikuti seluruh sesi di setiap kegiatan dengan antusias. Bahkan pada sesi up grading, tak sedikit pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada Alwesius, SH, SpN, selaku pemateri, bahkan usai kegiatan up grading pun, para peserta masih berupaya untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Iding Supandi, SH, MKn, bahwa untuk Ramadhan 1447 H, Pengda Kabupaten Tangerang INI dan IPPAT, berhasil mengumpulkan donasi yang akan diberikan kepada anak yatim dan dhu'afa sebanyak 161 bingkisan. "Alhamdulillah, tahun ini anak yatim yang kami undang sebanyak 100 orang, dhu'afa sebanyak 50 orang dan pendamping sebanyak 11 orang, jadi keseluruhannya berjumlah 161 orang. Dan, kami selaku panitia menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, namun tidak mengurangi rasa hormat dan takjim saya," paparnya dalam sambutan.

Pengda Katang INI dan IPPAT, yang diketuai oleh Dyah Dwiyanti Prihatingtyas, SH, MKn, menggelar tiga kegiatan sekaligus dalam satu hari, diawali dengan Rapat Anggota dan diakhir dengan santunan kepada anak yatim dan dhu'afa.

Serangkaian kegiatan yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Tangerang (Katang), pada Selasa 10 Maret 2026, dimulai pada pukul 10.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), yaitu Rapat Anggota yang dipimpin langsung oleh Dyah Dwiyanti Prihatingtyas, SH, MKn, Ketua Pengda Katang INI yang didampingi oleh Linda Lamora Harahap, SH, MKn, Sekretaris dan Istiniyah, SH, MKn, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ariandi, SH, MKn.

Jalannya Rapat Anggota dipandu oleh Wahyuni Asih, SH, MKn dan Ririn Andayana, SH, MKn, selaku pembawa acara (master of ceremony), yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Mars INI yang dipandu oleh Nyak Amini, SH, MKn selaku dirigen. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a yang disampaikan oleh Iding Supandi, SH, MKn, dan diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pengda Katang INI.



Dikarenakan jumlah anggota yang hadir pada Rapat Anggota tidak memenuhi qorum, maka rapat diskorsing dan diisi dengan pembinaan yang disampaikan oleh Dewan Kehormatan Daerah (DKD), yang disampaikan oleh Wisnu, SH, MKn dan Mohamad Abror, SH, MKn. Setelah masa skorsing selesai, rapat anggota kembali dimulai guna mengusulkan beberapa nama sebagai Bakal Calon (Balon) Ketua Umum (Ketum) dan Balon Dewan Kehormatan Pusat (DKP), yaitu sebagai berikut;

Balon Ketum Pengurus Pusat (PP) INI, antara lain; DR. Irfan Ardiansyah, SH, SpN, LLM. Julius Purnawan, SH, SpN, MSi. Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn. Herlina, SH, SpN, MH dan Al Faraby Angkat, SH, MKn. Sedangkan nama-nama Balon DKP, yaitu antara lain; DR. H. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH. DR. Dewi Tenty Septi Artiany, SH, MH, MKn. Amriyati Amin, SH, SpN, MH. Rani Ridhayanti, SH, SpN. Harsono, SH, SpN. Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn. Zulkifli Harahap, SH, SpN. Lieke Tikilie, SH, SpN dan Alwesius, SH, MKn.




Setelah mendapat persetujuan dari peserta rapat, maka pimpina rapat mengetuk palu untuk mengesahkan nama-nama tersebut untuk dibawa ke Rapat Gabungan Pengurus Wilayah (Pengwil) dengan Pengda se-Banten. Kegiatan pun akhirnya diistirahatkan, guna melanjutkan ke kegiatan berikutnya, yaitu Up Grading dengan tema "Perolehan Tanah Agunan Melalui Cessie, serta Pembayaran Harga Tanah dengan Menggunakan Saham", yang disampaikan oleh Alwesius, SH, MKn dengan moderator DR. Salmon Sihite, SH, MKn.

Kegiatan yang dipandu oleh Wahyuni Asih, SH, MKn dan Ririn Andayana, SH, MKn, selaku pembawa acara (master of ceremony), yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne INI dan Mars INI yang dipimpin oleh Nyak Amini, SH, MKn, selaku dirigen, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a yang disampaikan oleh Yasser Adnan, SH, MKn, dan diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pengda Katang INI, Dyah Dwiyanti Prihatingtyas, SH, MKn, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengwil Banten INI, Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn yang membuka secara resmi kegiatan Upgrading.




Selama up grading berlangsung, para peserta mengikuti dengan atusias, tak sedikit pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber, bahkan meskipun kegiatan upgrading sudah berakhir, para peserta tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bertanya kepada narasumber. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan agenda ketiga yaitu santunan anak yatim dan dhu'afa.

Mernurut Ketua Panitia Pelaksana, Iding Supandi, SH, MKn, bahwa Pengda Katang INI di Ramadhan kali ini memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan 50 dhu'afa, serta 11 pendamping. Kegiatan yang diawali dengan pembacaan do'a yang disampaikan oleh Yasser Adnan, SH, MKn, dipandu oleh Wahyuni Asih, SH, MKn dan Ririn Andayana, SH, MKn selaku pembawa acara (master of ceremony).




Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Ririn Andayana, SH, MKn selaku Qoriah dan Kiki Kartikasari, SH, MKn selaku saritilawah. Lalu, diteruskan dengan sambutan sekaligus laporan dari Ketua Panitia Pelaksana, Iding Supandi, SH, MKn dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengda Katang INI, Dyah Dwiyanti Prihatingtyas, SH, MKn, dan diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pengwil Banten Ikatan Notaris Indonesia, Ellies Daini, SH, MKn.

Sebelum berbuka puasa bersama, acara diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz DR. Ruslan Marabessy, Lc, ME yang dimoderatori oleh Iding Supandi, SH, MKn dengan tema "Antara Ramadhan, Al Qur'an dan Do'a". Setelah berbuka puasa bersama dan menunaikan ibadah shalat maghrib berjama'ah, kegiatan terakhir memberikan santunan kepada anak yatim dan dhu'afa. Sepanjang kegiatan yang Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV ikuti, kegiatan berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses.