Minggu, 05 Juli 2026

Tournamen Padel Pengda Jakarta Selatan INI, Meriahkan HUT INI ke 118 Tahun

Grosse, Jakarta - Padel diciptakan di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969 oleh seorang pengusaha bernama Enrique Corcuera, dan dikarenakan keterbatasan ruang di halaman rumahnya, akhirnya dimodifikasi lapangan squash dengan menambah dinding beton dan jaring, lalu olahraga padel tersebut dibawa ke Spanyol, dan kini menjadi fenomena global, bahkan sangat populer di Indonesia. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash, di mana pemain menggunakan raket padat khusus untuk memukul bola memantul di dalam lapangan yang dikelilingi dinding kaca. Karena permainannya yang lebih cepat, dinamis, dan mudah dipelajari, padel sangat digandrungi berbagai komunitas urban dan ekspatriat. Oleh karena itulah, Pengurus Daerah (Pengda) Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Ikatan Notaris Indonesia (INI) dibawah kepemimpinan Aslina Perangin Angin, SH, MKn, menggelar tournamen padel dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) INI yang ke 118. Dan dibawah komando Anita Maryana, SH, MKn, pelaksanaan tournamen tersebut mendapat respon besar dari anggota INI, bahkan pesertanya banyak yang berasal dari luar Jakarta Selatan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan daerah lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, bahkan tak hanya diikuti oleh Notaris Aktif saja, melainkan juga diikuti oleh Anggota Luar Biasa (ALB).

Tournamen Padel Pengda Jakarta Selatan INI, Meriahkan HUT INI ke 118 Tahun, Jakarta Selatan, 04 - 05 Juli 2026.

Padel, merupakan olahraga raket perpaduan tenis dan squash yang umumnya dimainkan secara ganda di lapangan tertutup dan dikelilingi dinding kaca, dan olahraga ini menggunakan bola khusus dan raket padat tanpa senar. Perhitungan skor dan sistem permainnya, serupa dengan tenis, namun bola boleh memantul ke dinding sebelum dipukul kembali ke arah lawan. Pada umumnya, padel dimainkan oleh 4 orang (2 lawan 2), dengan ukuran lapangan yang besarnya sepertiga dari lapangan tenis konvensional, dan dilengkapi dengan dinding kaca atau jaring kawat yang menjadi bagian sah dari arena permainan.

Sedikit informasi yang Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV himpun, dimana olahraga padel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya; Service, harus dilakukan dari bawah, bola dipantulkan terlebih dahulu ke lantai sebelum dipukul dan tidak boleh melebihi ketinggian pinggang pemain. Skor, sistem perhitungan point sama persis seperti Tenis Lapangan (15, 30, 40, Deuce), yang biasanya dimainkan dalam format best of three sets. Dan, Pantulan, bola yang memantul ke lantai lawan boleh dipukul balik, termasuk jika bola membentur dinding kaca terlebih dahulu. Namun, jika bola langsung mengenai dinding kaca lawan, tanpa menyentuh lantai terlebih dahulu, maka bola dinyatakan keluar.






Menurut salah satu peserta tournament padel yang diselenggarakan oleh Pengda Jakarta Selatan INI, bahwa padel mempunyai keunggulan. Selain olahraga yang saat ini sedang menjadi trend global, karena lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan tenis konvensional, sehingga ramah untuk pemula. "Bermainnya secara beregu dengan luas lapangan yang lebih kecil, sehingga padel menurut komunikasi serta kerjasama yang baik, sehingga memiliki unsur sosial dan rekreasi yang sangat kuat. Jadi, kita olahraga padel ini, tidak hanya menyehatkan tubuh saja, tapi juga bisa menjalin hubungan dengan baik dengan lawan dan kawan bermain," ungkapnya namun enggan namanya disebutkan.

Tournament Padel yang diselenggarakan oleh Pengda Jakarta Selatan INI, diawali dengan pembukaan yang diisi dengan beberapa rangkaian, diantaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne INI, lalu pembacaan do'a dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Anita Mayana, SH, MKn dan sambutan dari Ketua Pengda Jakarta Selatan INI, Aslina Perangin Angin, SH, MKn yang didampingi oleh tim sekretaris dan tim bendahara Pengda Jakarta Selatan INI.






"Kami tidak menyangka kalau antusias dan respon dari anggota INI, bukan hanya dari Jakarta Selatan saja, tapi bisa dikatakan dari seluruh Indonesia, itu sangat besar. Oleh karena itu, saya selaku Ketua Pengda Jakarta Selatan INI, menghaturkan terima kasih kepada peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam turnamen ini, sehingga perayaan HUT INI ke 118 menjadi lebih meriah," ungkapnya kepada MGD dan GrosseTV.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Anita Maryana, SH, MKn, dimana panitia tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai target quota yang disediakan. "Peserta wanita, itu hanya dua hari kami buka, sudah terpenuhi, sedangkan peserta laki-laki itu sekitar 5 hari. Dan ini pun masih banyak peserta yang ingin mendaftar, tapi karena keterbatasan waktu penyelenggaraan, makanya kami batasi. Oleh karena itu, kami berharap turnamen padel ini dapat juga dilaksanakan ditingkat Pengwil dan Pusat," paparnya menambahkan.

Hadir pada turnamen padel Pengda Jakarta Selatan INI, Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) DKI Jakarta Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Dewantari Handayani, SH, SpN, MPA, yang juga menjadi salah satu peserta turnamen. Ketua Pengwil DKI Jakarta INI, Vivi Novita Ridho, SH, MKn. Anggota Majelis Kehormatan Pusat (MKP) IPPAT, Julius Purnawan, SH, SpN, MSi, PhD. Mantan Ketua Umum PP IPPAT, DR. DR. H. Syafran Syofyan, SH, SpN, MH, yang juga menjadi salah satu peserta turnamen, serta beberapa petinggi Notaris dan PPAT yang tidak dapat disebutkan satu persatu.





Sejak awal hingga akhir turnamen, pelaksanaan berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, informasi dari panitia, bahwa untuk group stage pria, peserta yang masuk final yaitu, antara lain; Rizky Praditya berpasangan dengan Reyhan Shahreza melawan Rio Trinanda berpasangan dengan Raja Aulia, dan dimenangkan oleh pasangan Rizky Ptaditya dan Reyhan Shahreza yang menjadi juara pertama.

Sedangkan pada group stage wanita yang masuk final, yaitu Sutra Oktaviani berpasangan dengan Dian Resti berhadapan dengan Athika Fatmawati berpasangan dengan Caesaria Dhamayanti, dan dimenangkan oleh pasangan Sutra Oktaviani dan Dian Resti yang menjadi juara pertama. "Bagi para juara satu, dua, dan tiga, baik pria maupun wanita, kami informasikan bahwa penyerahan piala dan hadiah akan dilaksanakan pada hari Minggu di Sekretariat Pengda Jakarta Selatan, dan kami harapkan hadir dengan mengenakan kaos pertandingan," ujar salah satu panitia menyampaikan pengumuman sebelum acara turnamen di tutup secara resmi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar