Rabu, 01 Oktober 2025

Inovasi Akses Hukum Jadi Sorotan BPHN dalam Desk Evaluasi WBBM

Grosse, Jakarta - Kepala BPHN, Min Usihen menegaskan bahwa pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi semata, melainkan diwujudkan melalui program yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah memperluas akses keadilan melalui pengembangan Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Desk Evaluasi Menuju WBBM oleh Tim Penilai Nasional, Rabu 24 September 2025.

Kepala BPHN, Min Usihen menegaskan bahwa pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Rabu 24 September 2025.

Upaya dalam memperluas akses keadilan ini, lanjut Min, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden poin ke-7 yang menekankan penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, sekaligus memperkuat pencegahan serta pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan. Dari poin ke-7 Asta Cita tersebut, BPHN menjalankan peran strategis dalam pelaksanaan Reformasi Hukum, Pembangunan Hukum, serta Pelayanan Hukum yang juga merupakan peran utama Kementerian Hukum. 

“BPHN ingin memastikan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan akses hukum yang mudah dijangkau. Inovasi Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan menjadi jembatan penting untuk menghadirkan keadilan hingga ke akar rumput,” ujar Min dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Mudjono BPHN, Jakarta.

Hingga September 2025, BPHN bersama Organisasi Bantuan Hukum (OBH) terakreditasi telah menangani 3.243 bantuan hukum litigasi dan 1.166 bantuan hukum non-litigasi. Selain itu, BPHN juga telah membina 223.279 Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan, melatih 14.971 paralegal, serta menyelenggarakan Peacemaker Training bagi 1.095 kepala desa/lurah untuk berperan sebagai juru damai. Program pelatihan ini melibatkan kolaborasi dengan Mahkamah Agung, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.



Tidak hanya memperluas akses keadilan, BPHN juga berupaya meningkatkan literasi hukum masyarakat melalui perpustakaan digital e-PusBPHN, yang memungkinkan publik mengakses literatur hukum kapan saja, di mana saja, dan tanpa biaya. “Semua inovasi ini bukan sekadar persiapan menuju WBBM, melainkan komitmen nyata BPHN untuk memberikan pelayanan publik yang hadir langsung di tengah masyarakat,” tegas Min.

Kemudian, Sekretaris BPHN sekaligus Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas, M. Aliamsyah, menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan publik menjadi prioritas utama BPHN. “Predikat WBBM penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat merasa nyaman dan terbantu dengan layanan publik yang diberikan BPHN,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan I Kementerian PANRB, Akhmad Hasmy, memberikan apresiasi terhadap langkah BPHN. Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan BPHN sudah berada di jalur yang tepat. “Inovasi yang disampaikan sudah baik. Harapannya, program-program ini terus diperkuat dan berkelanjutan sehingga benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Hasmy.



Menutup kegiatan, Min menyatakan bahwa BPHN menghadirkan program langsung yang menyentuh langsung ke masyarakat, hal ini menjadi poin utama BPHN untuk pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju WBBM. “Banyak masyarakat yang mengharapkan layanan yang langsung menyentuh masyarakat, BPHN hadir langsung sampai ke lapisan akar rumput mewujudkan layanan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dengan mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya apapun,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Desk Evaluasi ini, BPHN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas akses keadilan, dan meningkatkan kualitas layanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Pusat Pemantauan, Peninjauan, dan Pembangunan Hukum Nasional BPH Rahendro Jati, Kepala Pusat Analisis dan Evaluasi Hukum BPHN Arfan Faiz Muhlizi, Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum Constantinus Kristomo, Penyuluh Hukum Ahli Utama BPHN Audy Murfi, Sofyan, Djoko Pudjirahardjo, Kartiko Nurintias dan Marciana Dominika, Analis Hukum Ahli Utama BPHN Bambang Iriana, serta Pegawai BPHN.

Kamis, 04 September 2025

Pengurus Wilayah Banten INI, Tetap Jadi Favorit ALB Ikuti Magang Bersama

Grosse, Tangerang - Kondisi Ikatan Notaris Indonesia (INI), saat ini tengah melakukan pembenahan dalam organisasi, termasuk di wilayah Propinsi Banten. Terlebih setelah usai diselenggarakannya Konferensi Wilayah (Konferwil), dan kembali Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, tepilih selaku Ketua Pengwil Banten INI Periode 2023 - 2026. Dimana dalam debutnya di periode kedua ini, Pengwil Banten INI menggelar Magang Bersama (Maber) untuk pertama kalinya. Walaupun Pengwil Banten INI terlambat dalam menyelenggarakan Konferwil, namun antusias Anggota Luar Biasa (ALB) terlihat sangat besar untuk dapat mengikuti Maber di Pengwil Banten. Seperti Magang yang diadakan oleh Pengwil Banten INI, dikomandoi oleh Dewi Adriani, SH, MKn, selaku Wakil Ketua Bidang Magang, di Menara TopFood, Tangerang, Banten, Minggu 31 Agustus 2025, diikuti lebih dari 500 peserta yang terbagi menjadi 4 semester.

Magang yang diadakan oleh Pengwil Banten INI, dikomandoi oleh Dewi Andriani, SH, MKn, selaku Wakil Ketua Bidang Magang, di Menara TopFood, Tangerang, Banten, Minggu 31 Agustus 2025, diikuti lebih dari 500 peserta yang terbagi menjadi 4 semester

"Magang Bersama (Maber) kali ini, merupakan Maber pertama di masa bunda Rustianah menjadi Ketua Pengwil di periode 2023 - 2026. Alhamdulillah, temen-temen Anggota Luar Biasa (ALB) masih setia dan tetap memilih Pengwil Banten sebagai tempat untuk mengikuti Maber. Seperti biasa, Maber kami bagi menjadi 4 semester, yaitu semester 1 dan semester 2 itu waktunya pagi sampai siang, dan semester 3 dan semester 4 waktunya siang sampai sore," jelas Dewi Adriani, SH, MKn, selaku Wakil Ketua Bidang Magang Pengwil Banten INI kepada Majalah Grosse Digital (MGD).

Berdasarkan pengamatan MGD sejak awal hingga akhir diselenggarakannya Maber oleh Pengwil Banten INI, meskipun agak berbeda dari biasanya, namun antusias dari para peserta Maber masih terlihat sangat besar. Bahkan ada beberapa ALB yang menyampaikan, bahwa dirinya meskipun berada di wilayah lain, namun tetap memilih Banten sebagai tempat mengikuti Maber. "Saya sudah terbiasa dan merasa nyaman ya, ikut Maber di Pengwil Banten INI. Jadi, walau di ada beberapa wilayah yang mengadakan Maber, saya dan teman-teman tetap memilih Banten," kata peserta yang namanya enggan disebutkan.





Suasana agak berbeda, berdasarkan pengamatan MGD, dimana para panitia yang dilibatkan dalam pelaksanaan Maber kali ini, lebih banyak wajah-wajah baru. "Kita mencoba membuat regenerasi di Pengwil Banten INI, dimana panitia Maber kali ini lebih banyak teman-teman yang lebih muda," tukas Ketua Panitia Pelaksana. Namun demikian, pelaksanaan Maber Pengwil Banten INI, berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, bahkan ada beberapa ALB yang menyatakan akan terus mengikuti Maber hingga semester 4 di Pengwil Banten.

Menurut panitia, bahwa Maber kali ini, dibuka untuk semester satu hingga semester empat, hanya saja waktu pelaksanaan dari tiap semester yang diubah. "Biasanya semester satu di ballroom, tapi kali ini dibuka di lantai 3, begitu juga dengan semester dua. Sedangkan semester tiga dan empat di buka di ballroom," jelas Dewi Adriani, SH, MKn, seraya menyampaikan bahwa peserta Maber tidak hanya dari wilayah Banten saja, melainkan dari wilayah lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, bahkan ada pula dari wilayah di luar pulau jawa.





Berdasarkan informasi yang MGD himpun, dimana semester satu, pemateri yang disuguhkan oleh panitia, yaitu antara lain; Andrea Sepriyani, SH, SpN, MH, yang menyampaikan materi mengenai Dasar-Dasar TPA dan TPA Hukum Orang dan Keluarga. Dewi Adriani, SH, MKn, menyampaikan materi mengenai Administrasi Perkantoran dan Kode Etik. Sedangkan untuk semester tiga, pemateri yang disuguhkan, yaitu antara lain; Hj, Tuti Sulistyowati, SH, MKn, yang menyampaikan meteri mengenai TPA Akta Perbankan, dan Al Faraby Angkat, SH, MKn, menyampaikan materi mengenai TPA Akta Jaminan Fidusia.

Untuk semester dua, panitia menyuguhkan pemateri, yaitu Heru Siswanto, SH, MKn, yang menyampaikan materi mengenai TPA 1 (Perikatan 1) PPJB dan Asep Heryanto, SH, MKn, yang menyampaikan materi mengenai TPA 2 (Perikatan 2). Sedangkan untuk semester empat, pemateri yang disuguhkan antara lain; TPA Waris disampaikan oleh Syarifuddin. SH, SpN, MH dan TPA Perseroan Terbatas dan TPA Non PT disampaikan oleh Ni Putu Nena BP Rachmadi, SH, MKn.