Senin, 12 Oktober 2020

Pengukuhan Revolusi Digital Pelayanan Publik Kemenkumham, Transformasi Pelayanan Publik ke Arah Digital


Grosse, Jakarta - Birokrasi sudah bukan eranya lagi berjalan konvensional. Melainkan sudah saatnya berbasis digital. Tak ayal, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meresmikan pengukuhan revolusi digital pelayanan publik pada 11 unit pusat kerjanya pada Senin (12/10/2020).

Menkumham Yasonna menuturkan, bahwa momentum ini adalah suatu bentuk implementasi dari reformasi birokrasi dan reformasi digitalisasi yang diterapkan pada Kementerian Hukum dan HAM.
“Saya ingin konsisten dan komit terhadap peningkatan kualitas layanan publik di Kemenkumham. Layanan publik adalah bentuk nyata dari pengabdian ASN Kemenkumham dalam melayani masyarakat secara birokrasi prima,” tuturnya saat meresmikan pengukuhan revolusi digital pelayanan publik Kemenkumham.
Menkumham menambahkan, bahwa pengukuhan revolusi digital pelayanan publik Kemenkumham merupakan suatu terobosan yang kreatif dan terobosan yang revolusioner.
“Kebutuhan teknologi informasi terus berkembang. Maka sudah wajib hukumnya bagi Kemenkumham untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi,” ujar Yasonna Laoly.
Pasalnya sistem data dalam pelayanan publik maupun pelaksanaan birokrasi dalam satu sistem menghemat anggaran tiap kementerian di tengah pandemi. Juga mendukung terwujudnya tata kelola birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.




Menkumham Yasonna menambahkan, bahwa pelayanan publik yang prima bukan sekedar mengikuti trend global. Melainkan diarahkan untuk mewujudkan good governance, yakni tata pemerintahan yang baik, transparansi serta akuntabilitas dalam proses pemerintahan.
Penerapan teknologi informasi juga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang efektif serta efisien terhadap masyarakat. Upaya transformasi pelayanan publik ke arah digital untuk mempercepat dan memudahkan pelayanan.
“Revolusi digitalisasi saat ini sedang diuji, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Pemanfaatan TI dalam menunjang pelaksanaan tusi dan memberikan pelayanan kepada publik menjadi suatu keharusan yang tidak bisa dihindari,” ucap Menkumham Yasonna Laoly.
“Saya ingin seluruh ASN kemenkumham punya IT minded, jangan sampai ASN Kemenkumham gaptek. Semua tidak ada alasan lagi surat tidak sampai, semua dengan mudah kita lakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Prof. Amzulian Rifai mengatakan pelayanan publik di pemerintahan ada hal-hal yang perlu dikembangkan ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya digitalisasi birokrasi. ��“Untuk memutuskan mata rantai tidak diinginkan dalam birokrasi,” jelasnya.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara, Dr. Basseng M.Ed menjelaskan, bahwa saat ini diperlukan pelayanan berkelas dilakukan di kementerian maupun lembaga melayani publik. ��“Yang diberikan oleh aparatur sipil negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekjen Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan bahwa, Menkominfo mengapresiasi dan penghargaan tinggi pengukuhan revolusi digital pelayanan publik Kemenkumham. Sebab transformasi digital menjadi instruksi Presiden Jokowi.
Rosarita Niken menyebutkan beberapa 5 instruksi Presiden Jokowi, pada Agustus 2020. Pertama percepatan infrastruktur digital, kedua segera integrasikan transformasi digital melalui grand design digital Indonesia, ketiga percepatan kualitas dan kuantitas digital, keempat adanya data center atau satu data nasional/ Indonesia, kelima adalah regulasi.
Dalam pengukuhan revolusi digital pelayanan publik Kemenkumham, Menkumham Yasonna Laoly juga mengukuhkan tim verifikasi revolusi digital uji kelayakan pelayanan publik Kemenkumham.
Di antaranya adalah Sekjen Kemenkumham, Inspektorat Jenderal, Dirjen HAM, Dirjen PAS, Dirjen Imigrasi, Dirjen AHU, Dirjen PP, Dirjen Kekayaan Intelektual, Kepala Balitbang Kemenkumham, Kepala BPHN, dan Kepala BPSDM.
“Tim ini akan mengecek dan memverifikasi apakah aplikasi pelayanan publik kita masih relevan dan up to date,” jelasnya.

Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.

Minggu, 27 September 2020

Aneka Model Hijab Ala Pengda Kabupaten Bogor IPPAT Meriahkan Puncak HUT IPPAT Ke 32


Grosse, Bogor – Kemeriahan dan kebersamaan sangat terasa di puncak acara perayaan HUT Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanag (IPPAT) Ke 33 dan Hantaru Ke 60, terlebih lagi, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Bogor IPPAT mempersembahkan rancangan Hijab dan busana dengan beragam bentuk dan corak yang diperagakan oleh para anggota PPAT Kabupaten Bogor. Kemeriahan, kekeluargaan dan kebersamaan lebih terasa lagi dengan hadirnya Ketua Pengda Kabupaten Bogor Ikatan Notaris Indonesia (INI), Nenden Esty Nurhayati, SH, yang juga diminta sebagai juri beberapa lomba yang diadakan pada kegiatan puncak acara oleh panitia. Acara tersebut diselenggarakan di Kawasan Kav. Pakuan, Bogor, Jawa Barat, Jum’at 25 September 2020.

 


Berdasarkan informasi yang Majalah Grosse Digital (MGD) dan GrosseTV peroleh, bahwa berbagai model balutan hijab yang diperagakan oleh anggota IPPAT diawal sebelum lomba puisi dan nanyi, merupakan rancangan dari Hj. Jimmy Era Yulia Contesa, SH, MKn, yang akrab disapa Uni Putty dan Shinta Kusuma Sakti, SH, MKn. Menurut perancang, bahwa nama-nama unik yang diberikan terhadap rancangannya, agar mengenai dan mudah diingat. “Nama-nama tersebut kami ambil dari beberapa istilah pekerjaan Notaris dan PPAT, seperti Hijab Syar’i Validasi, Hijab Syar’i Plooting, Syal Peta Bidang dan Masker Pengecekan, serta beberapa nama lain yang sejenis,” ungkap Uni Putty saat memberikan penjelasan mengenai beberapa rancangan diatas panggung.

Terkait dengan pelaksanaan puncak acara yang diselenggarakan oleh Pengda Kabupaten Bogor IPPAT, Cynthia Kania, SH, MKn, selaku Ketua Pengda, mengutarakan bahwa pengurus dan panitia tetap menerapkan SOP Kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Memang kami tetap mengadakan acara puncak dalam rangka memeriahkan HUT IPPAT ke 33 dan Hantaru ke 60, namun kami tetap dengan tegas menghimbau dan meminta kepada para peserta lomba dan anggota yang hadir pada acara ini untuk mematuhi SOP Kesehatan. Seperti beberapa kegiatan sebelumnya, kami juga menerapkan standard kesehatan yang berlaku pada masa pandemi covid-19, seperti kegiatan pada tanggal 17 September yang lalu dengan tema “Lingkugan Hidup”. Alhamdulillah, rekan-rekan baik pengurus maupun anggota taat mematuhi aturan kesehatan yang berlaku,” tukasnya kepada MGD dan GrosseTV.

Lebih jauh lagi, Ketua Pengda Kabupaten Bogor IPPAT, menyampaikan bahwa dari beberapa rangkaian acara di bulan September yang terkait denga HUT IPPAT, diadakan lebih kepada keguyuban, kekeluargaan dan kebersamaan yang harus tetap terjaga. “Saya sangat bersyukur, karena antara IPPAT dan INI, khususnya di Kabupaten Bogor sampai saat ini tetap terjaga keguyubannya. Bahkan bukan hanya pengurus INI dan IPPAT saja yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini, melainkan Ketua Pengda INI dan pengurus lainnya juga turut mensupport semua kegiatan yang diadakan oleh Pengda IPPAT Kabupaten Bogor, karena menurut saya baik pengurus INI maupun IPPAT adalah satu rumah yaitu Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan support dari INI, semoga suasana kekeluargaan, keguyuban dan kebersamaan seperti ini terus terjaga, khususnya di Kabupaten Bogor,” terang Cynthia Kania.

Sekadar informasi, bahwa Pengda Kabupaten Bogor dalam rangka menyambut HUT IPPAT ke 33, telah menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya; pada hari Kamis 17 September 2020 yang lalu, mengadakan 3 kegiatan sekaligus dengan tema Lingkungan Hidup yang dihadiri oleh Wendi Isnawan, A.Ptnh, MH, Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan. Selain itu diadakan juga donor darah, penanaman 330 bibit pohon dan penyebaran 3.300 benih ikan, dimana kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan sukses.


Usai pelaksanaan kegiatan mengenai lingkungan hidup, Pengda Kabupaten Bogor, pada hari Selasa 22 September 2020, menggelar seminar secara virtual (zoom meeting) yang bertemakan “Tantangan Peningkatan Pelayanan di Era 4.0 Seputar Permasalahan Perjanjian Kredit dan Jaminannya”. Webinar tersebut menyuguhkan para pemateri (narasumber) antara lain; Irma Devita Purnamasari, SH, MKn dari Notaris/PPAT. Cepi Triana Iskandar, S.Kom, MSi, Kasubbid Pelayanan Penetapan PBB P2 pada Bidang PBB P2, dan Sepyo Achanto, SH, MH, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, serta Harmirin, SE, MM, Kasubdit Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian (PEP) dari Kantor Wilayah (Kanwil) DJP 3.

Menurut Suparmin, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Pelaksana, bahwa keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT IPPAT ke 33 tersebut, tidak hanya sekadar memeriahkan perayaan HUT saja, melainkan lebih kepada kebersamaan dan keguyuban dari seluruh Notaris/PPAT yang ada di Kabupaten Bogor. “Saya sangat terharu dan bersyukur, karena seluruh rangkaian kegiatan dari tanggal 17 sampai hari ini tanggal 25 September, semuanya mendapat respon dan support besar dari anggota, baik IPPAT maupun INI. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh kegiatan yang diadakan ini berjalan dengan sukses dan lancar,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan MGD dan GrosseTV sejak awal dilangsungkannya acara puncak perayaan HUT IPPAT ke 33 ini berjalan dengan dengan meriah dan penuh dengan gemuruh gelak tawa dan canda diantara peserta dan anggota yang hadir. Pada puncak acara, panitia menggelar beberapa rangkaian perlombaan diantaranya; Lomba Merias Tumpeng dengan para juri yaitu Enny Wismalia, SH. Fuzi Markunah, SH, MKn. Vonny Pawaka, SH, MKn, dan Nenden Esty Nurhayati, SH, MKn. Lomba selanjutnya adalah lomba menyanyi dan puisi, para juri yang diharikan adalah untuk lomba menyanyi antara lain; Mulyatma, SH. Wahyu Ismadi, SH, MH dan Dewi Sri Mulyati, SH, MKn. Sedangkan untuk lomba puisi, para jurinya yaitu sebagai berikut; Dendy Santoso N, SH, MKn. Nurhayati, SH, MKn, dan Mira Zauti Thahir, SH.







Untuk peserta lomba, menurut Ketua Panitia Pelaksana, bahwa lomba diikuti oleh seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) yang ada di Kabupaten Bogor, diantaranya; Korwil Ciawi, Korwil Cibinong, Korwil Cileungsi, Korwil Gunung Putri,  Korwil Ciomas Korwil Parung dan Korwil Sentul. Dimana masing-masing korwil mengutus perwakilan untuk mengisi setiap perlombaan, baik bernyanyi maupun puisi. Melihat penampilan dari para peserta membuat para dewan juri mengalami kesulitan dalam menentukan juaranya, namun demikian tetap harus memutuskan siapa-siapa saja yang masuk sebagai juara dan perwakilan dari korwil mana.

Melalui seleksi dan kriteria penilaian yang sangat ketat, akhirnya dewan juri mengumumkan para pemenang, yaitu sebagai berikut; Pemenang lomba menghias tumpeng dengan nominasi favorit diraih oleh Korwil Parung. Sedangkan juara pertama diraih oleh Korwil Cilput, juara dua direbut oleh Korwil Ciawi dan juara ketiga diambil oleh Korwil Cibinong.

Sedangkan untuk lomba puisi dan bernyanyi, dewan juri mengumumkan bahwa lomba puisi untuk juara satu direbut oleh Nina Widyarina, SH, MKn perwakilan Korwil Cibinong, untuk juara dua diraih oleh Januar Setiawati, SH, MKn perwakilan Korwil Cilput, dan juara ketiga diambil oleh Sianny, SH perwakilan dari Korwil Ciawi. Sementara untuk lomba bernyanyi, juara satu diraih oleh Shelvy Handayani, SH, MKn perwakilan dari Korwil Ciomas, sedangkan juara dua diperoleh oleh Rina Ariesandy, SH, MKn perwakilan dari Korwil Sentul dan juara ketiga direbut oleh Robert Simangungsong, SH, MKn perwakilan dari Korwil Cilput.

Rangkaian demi rangkaian yang digelar sejak awal hingga pengumuman pemenang lomba, kegiatan yang dibawah komando Suparmin, SH, MKn, selaku Ketua Panita Pelaksana berlangsung lancar dan terbilang sukses. Semoga kebersamaan, keguyuban dan kekeluargaan yang terasa dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Pengurus Daerah Kabupaten Bogor dapat terus terjaga. Selamat HUT IPPAT ke 33, semoga jayalah selalu selamanya. Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.