![]() |
Oleh : Prof. DR. H. Widhi Handoko, SH, SpN Akademisi dan Praktisi Hukum |
- 1. Rasa Insecurity
Notaris PPAT yang suka pamer kekayaan memiliki rasa ingin diketahui kesuksesannya oleh orang lain, khususnya oleh sesama rekan Notaris PPAT. Psikolog memberi pendapat bahwa tidak ada yang salah dengan sukses, kemudian dipamerkan kepada banyak orang.Namun jika dilakukan terus menerus tentu tidak menjadi baik. Alasan pertama orang pamer kekayaan adalah insecurity. Orang-orang yang pamer kemewahan ini berusaha menunjukkan bahwa dirinya tidak kurang dan tidak buruk. Tujuannya tentu agar dirinya merasa baik tentang diri sendiri.Dalam agama disebut “riak” bahkan ada yang sampai katagori “takabur” hati-hati dapat mengundang orang pajak memeriksa jika diketahui laporan pajaknya nihil tapi pamer kekayaan.
- 2. Berusaha diterima di lingkungan
Lingkungan di kalangan Notaris PPAT memang memiliki faktor pengaruh besar terhadap kehidupan, salah satunya sifat seseorang (si Notaris PPAT) khususnya OKB (orang kaya baru) atau MJB (memangku jabatan baru).Biasanya orang yang ingin dirinya diterima di lingkungan yang ia inginkan, akan berusaha mengikuti lingkungan tersebut. Mungkin dulunya hanya sebagai staf dan sekarang menjadi pejabat. Atau mungkin dulunya naik motor dan sekarang naik mobil. Mungkin dulunya masih sewa kantor dan saat ini memiliki kantor sendiri (walau masih kredit).Memang semua itu tidak masalah atau sebenarnya hal itu positif, sebab si Notaris PPAT tsb ada kemajuan dalam kehidupan dan itu bagus (dia berprestasi). Yang menjadi masalah sebenarnya ketika mereka flexing dan mengundang pemeriksaan pajak atau bahkan dapat mengundang kejahatan (incaran kejahatan).Mereka berusaha menjangkau lingkungan elit dengan cara memperlihatkan kekayaannya sehingga cenderung ingin di pandang berkelas oleh banyak orang. Hal mana tidak akan menjadi masalah jika semua yang didapat merupakan barang halal dengan cara yang halal, serta merupakan rezeki halal dan dibayarlah pendapatan tsb pajak penghasilannya sesuai aturan perundang-undangan di Indonesia.
- 3. Meningkatkan Image atau Citra
Alasan yang satu ini seperti yang banyak orang bicarakan. Ketika seseorang Notaris PPAT ingin membangun image yang baik atau agar orang memiliki penilaian terhadapnya bahwa dirinya kaya, maka yang ia lakukan adalah cenderung memamerkan kekayaan. Sekaligus mungkin untuk meyakinkan orang menggunakan jasanya sbg Notaris PPAT yang layak dipakai jasanya.Alasan ini erat hubunganya dengan hidup selalu dengan penilaian orang lain, apalagi jika yang menilai itu sesama rekan Notaris PPAT atau bahkan orang yang ada perhatian khusus. Tapi nyatanya banyak orang tidak bisa menjadi diri sendiri dan menangan egois, sombong dan takabur. Bahkan sering dengan ucapan merendah tetapi sesungguhnya hanya untuk pamer.Bahkan ada beberapa dari Notaris PPAT yang menjadi dosen suka flexing gelar pendidikan dan pamer mengajar, menguji skripsi atau tesis dll. Kenyataan memang memiliki pendidikan mentereng (Doktor) dan suka merendah, tetapi sesungguhnya dari cara bermedsos dan tulisannya “tidak layak” bahkan tidak memiliki kemampuan ilmu yang memadai. Jangankan dengan pamer sebagai dosen dengan gelar doktornya, sesungguhnya pada level MKn saja orang tersebut tidak layak.Sebaiknya kita melatih mental kita agar lebih sehat mental (psikolog menilai ciri orang yang tidak sehat mental atau akal yaitu salah satunya ingin menonjolkan diri terhadap orang lain di luar nalar sehat).
Menurut psikolog bahwa orang yang ingin menonjolkan diri secara terus menerus dan bahkan diikuti pamer kekayaan terus menerus memiliki dampak negatif. Salah satunya menimbulkan perasaan insecure bagi orang yang melihatnya, lebih parahnya lagi bisa berujung kepada kriminal seperti mencuri, berbohong dan menipu atau ngemplang utang tidak bayar dll. Untuk dampak positif hanya datang pada orang-orang yang memiliki pikiran baik, seperti termotivasi dengan kesuksesan orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar