Grosse, Jakarta - Menjadi program rutin Notaris Muslim Indonesia (NMI) tiap tahunnya, setiap bulan suci Ramadhan, menggelar pengajian dan menyisihkan sedikit rejeki untuk disalurkan kepada anak-anak yatim dan dhu'afa. Tahun ini, 2023, tepatnya di hari Minggu 09 April 2023 M (Ahad, 18 Ramadhan 1444 H), menurut salah satu panitia, bahwa pengajian dan santunan tahun ini, NMI menyalurkan kepada sekitar 325 anak yatim, 125 dhu'afa dan 100 perorangan, serta dihadiri oleh sekitar 100 lebih anggota NMI. Acara tersebut dilangsungkan dengan shalat Dhuhur berjama'ah hingga menjelang Adzan Maghrib, serta diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Susilo.
| Pengajian dan Santunan Notaris Muslim Indonesia (NMI) di Masjid Darul Jannah, Walikota Jakarta Selatan, Minggu 09 April 2023 M (Ahad, 18 Ramadhan 1444 H). |
Suasana masjid Darul Jannah, Walikota Jakarta Selatan, meskipun di hari libur, Minggu, namun tak seperti biasanya. Halaman parkir kendaraan terlihat ramai dengan kendaraan roda empat dengan plat kendaraan dari beberapa daerah yang ada di kawasan DKI Jakarta, bahkan ada pula yang berasal dari luar daerah Ibukota Indonesia, Jakarta. Menurut salah satu petugas yang piket menyampaikan, bahwa akan ada acara dari Notaris Muslim Indonesia (NMI), "Kalau tidak salah katanya, akan ada pengajian dan santunan buat anak yatim dan dhu'afa," tukasnya sambil mengatur kendaraan yang masuk ke halaman parkir Kantor Walikota Jakarta Selatan.
Tampak sebuah bangunan yang tengah dibangun, namun belum selesai, ya itulah masjid Darul Jannah. "Bukan ini bang, masjidnya. Masih yang lama di lantai 3 deket gedung parkir," ujarnya lagi sambil mengarahkan rombongan yang turun dari beberapa kendaraan, mereka adalah para anak yatim dan dhu'afa yang telah tiba di lokasi. Berdasarkan roundown dari panitia, dimana kegiatan akan diawali dengan menunaikan ibadah shalat Dhuhur berjama'ah, dan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV pun mengikuti staff walikota yang tengah piket mengantarkan ke lokasi masjid Darul Jannah.
Setiba di lantai tiga dengan menggunakan lift, suasana masjid telah ramai, baik oleh para anak-anak yatim maupun para dhu'afa. Tak jauh dari pintu masuk, terlihat beberapa bodyback tertata rapih dan sebelah kanan pintu terdapat sebuah meja untuk mengisi daftar hadir bagi para tamu undangan dan rombongan anak yatim dan dhu'afa. Menurut informasi dari salah satu panitia, bahwa anak yatim yang akan disantuni oleh NMI sekitar 325 anak yatim dan 125 dhu'afa dan 100 orang perorangan. "Mereka dari beberapa yayasan dan panti asuhan, dan ada juga dari teman-teman Notaris, seperti para tetangga sekitar rumahnya," jelasnya sambil mengarahkan kepada pengasuh rombongan untuk mengisi absen.
Ketika MGD/GrosseTV masuk ke dalam masjid, terlihat para anak yatim dan dhu'afa tengah duduk berdasarkan daerah dan yayasan serta pantinya masing-masing, dan berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, mereka berasal dari Yayasan Husnul Khatimah, Pondok Jaya. Baitul Qur'an Azzikrurrahman. Yayasan Panti Asuhan, Kampung Melayu. Yayasan Pendidikan Miftahul Huda. Yayasan Al Ikhlas Din Tamim. RTQ Nashr, Luar Batang. Petamburan. Kelurahan Cempaka Putih. Kelurahan Ciputat Timur. Pejaten Timur. Yayasan Al Hidayah, Cempaka Putih, Ciputat Timur. Yayasan AL Hayah Hayatuna. Yayasan Khairul Ummah, Petamburan. Menteng Wadas. Klender dan Kaum Dhu'afa dari Kampung Pemulung, Bekasi.
Setelah mempersiapkan peralatan, MGD/GrosseTV menempatkan posisi kamera guna pengambilan gambar, serta mengambil beberapa gambar menggunakan kamera. Tak beberapa lama, panitia menyampaikan waktu Dhuhur akan tiba, seraya menanyakan kepada anak yatim yang dapat mengumandangkan adzan, agar berkenan untuk adzan. Terdengar suara merdu dari kumandang adzan yang dibawakan oleh salah satu anak yatim, dan para tamu undangan pun beranjak untuk mengambil air wudhu. Sedangkan panitia mengantur shaf shalat, baik untuk laki-laki maupun wanita. Shalat Dhuhur berjama'ah pun berlangsung, baik panitia, para tamu undangan maupun anak yatim dan dhu'afa, semuanya menunaikan shalat yang diimami oleh salah satu pengurus NMI.
Usai menunaikan ibadah Shalat Dhuhur berjama'ah, acara pun dimulai dengan menyampaikan beberapa susunan acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan pembacaan do'a, serta diteruskan dengan beberapa sambutan, diantaranya; sambutan sekaligus laporan dari Ketua Panitia Pelaksana, Sri Esti Sumiati Apung, SH, MKn dan sambutan dari Ketua Umum NMI, Herry Sosiawan, SH, SpN. Namun ada informasi bahwa Ustadz Ahmad Susilo yang akan mengisi tausyiah masih dalam perjalanan, maka panitia mengisi dengan games berupa pertanyaan yang ditujukan kepada anak yatim, dan bagi yang mampu menjawab akan mendapat hadiah doorprice dari panitia.
Antusias anak-anak yatim sangat besar mengikuti permainan yang diberikan oleh panitia, namun baru beberapa pertanyaan, Ustadz Ahmad Susilo telah hadir dan acara pun dilanjutkan dengan penyampaian materi tausyiah. Selama tausyiah berlangsung, para peserta terlihat menyimak, dan ketika dibuka sesi tanya jawab, antusias para peserta pun besar dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada penceramah. Dikarenakan waktu shalat Ashar akan tiba, panitia pun kembali menyampaikan, bahwa acara akan dilanjutkan usai shalat Ashar berjama'ah.
Setelah menunaikan ibadah shalat Ashar berjama'ah, acara kembali dilanjutkan yaitu dengan permainan bagi anak-anak yatim, yaitu dengan memberikan pertanyaan dan bagi yang mampu menjawab akan mendapatkan hadiah. Tentunya para anak-anak yatim sangat antusias, bahkan sampai-sampai panitia kewalahan dikarenakan tak sedikit anak yatim yang ada mampu untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Namun dikarenakan hadiah yang disediakan panitia tak sebanyak jumlah anak-anak yatim yang hadir, akhirnya permainan tanya jawab seputar dunia Islam pun diakhiri dan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhu'afa secara simbolik.
Usai penyerahan secara simbolik, acara diteruskan dengan membagikan badyback dan santunan serta makan dan minum untuk berbuka puasa bagi anak-anak yatim dan dhu'afa. Panitia pun membagi kelompok berdasarkan daerahnya masing-masing, dan setelah menerima santunan dan sedikit bingkisan dari NMI, para anak-anak yatim dan dhu'afa meninggalkan masjid Darul Jannah untuk kembali ke kediamannya masing-masing. Sedangkan panitia dan pengurus serta anggota NMI melanjutkan acara di Hotel Grandika, Jakarta Selatan untuk buka puasa bersama. Semoga kegiatan yang membuahkan senyum di wajah anak-anak yatim dan dhu'afa ini dapat terus dilanjutkan, dan semoga apa yang diberikan NMI dapat keberkahan dari Allah SWT. Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar