Senin, 11 Mei 2026

Kesabaran dan Kegigihan, serta Fokus Jadi Kunci Sukses Capai Harapan

Grosse, Serang - Perjalanan dalam meniti karier tak semudah membalikan tangan, aral rintang dan kesulitan kerap mewarnai jalannya karier tersebut. Seperti halnya yang telah dialami oleh Kusliana, SH, MKn, salah satu Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Serang, Kusliana, SH, MKn, dalam menekuni kariernya tersebut. 18 Tahun telah berlalu penuh dengan suka dan duka dalam menekuni kariernya selaku pejabat umum, namun kegigihan dan kesabarannya tuk tetap bertahan di satu wilayah kerjanya, akhirnya membuahkan hasil. Entah sudah berapa kali pindah kantor dari satu tempat ke tempat lain di kedudukan kerjanya, akhirnya membuahkan hasil dengan membangun kantor sendiri dan tidak lagi harus mengontrak. "Alhamdulillah, akhirnya saya dapat mewujudkan keinginan dan harapan, punya kantor sendiri, jadi tidak ngontrak lagi. Namun, semua tidak lepas dari support dan dukungan, baik staff kantor maupun rekan-rekan sejawat dan seprofesi," ungkapnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV disela-sela acara tasyakuran kantor barunya, Jum'at 08 Mei 2026.

Tasyakuran Kantor Baru, Kusliana, SH, MKn, Jum'at 08 Mei 2026, Serang, Banten.

Perjuangan dalam mewujudkan apa yang menjadi impian dan harapan memang tidak semudah membalikkan tanggan, bahkan dibutuhkan kecerdasan, kemampuan dan kesempatan serta peluang untuk memperolehnya. Namun demikian, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Notaris Kusliana, SH, MKn, dimana sejak diangkat dan disumpah menjadi Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dirinya tidak pernah berpikiran untuk pindah wilayah dan daerah kerja, meskipun hal tersebut telah diatur dan dapat dilakukan oleh Notaris dan PPAT.

Menurut dirinya, perjuangan mencapai impian dan harapan, tak hanya dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan saja, melainkan juga harus ditunjang oleh kegigihan dan kesabaran dalam menjalaninya.





"Saya sudah beberapa kali pindah kantor, dari satu tempat ke tempat yang lain. Tak terasa sudah 18 tahun berlalu, tapi saya punya tekad tidak akan pindah wilayah dan daerah kerja, karena saat menjalani kewenangan selaku pejabat umum (Notaris dan PPAT). Jatuh bangun menjadi pengalaman dalam menambah ilmu pengetahuan, sehingga kita bisa menjalankan jabatan sebagai Notaris dan PPAT dengan baik dan benar," ungkapnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV.

Baginya kegigihan merupakan sebuah tekad yang kuat untuk terus berupaya mencapai tujuan, meskipun menghadapi banyak rintangan, sedangkan kesabaran adalah kemampuan dalam menahan diri, tetap tenang, dan menerima penundaan atau kesulitan tanpa putus asa. "Jadi menurut saya, kedua hal itu adalah kunci kesuksesan yang saling melengkapi dalam mengatasi tantangan hidup," tukasnya.

Berdasarkan data dan informasi yang MGD/GrosseTV kumpulkan, bahwa kegigihan (persistence/perseverance), yaitu fokus pada aksi, ketabahan dan penyesuaian strategi untuk terus maju meskipun gagal berulang kali, misalnya terus berusaha di satu bidang usaha walau mengalami kegagalan beberapa kali. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong produktivitas dan memastikan tindakan terus dilakukan setiap hari.

Sedangkan kesabaran (patience), adalah ketahanan emosional, pengendalian diri dan penerimaan terhadap situasi sulit atau proses yang lambat, misalnya tetap tenang saat mengantre panjang atau telaten menunggu hasil investasi, dimana tujuannya untuk mengelola emosi, mengurangi frustrasi dan menjaga ketenangan batin.







Kegigihan tanpa kesabaran bisa menyebabkan kelelahan fisik/mental (burnout), sedangkan kesabaran tanpa kegigihan bisa menyebabkan stagnasi atau ketidakaktifan. Kombinasi keduanya menciptakan individu yang tangguh, proaktif, dan mampu mencapai tujuan jangka panjang. Hal ini seperti yang digambarkan pada diri Notaris/PPAT Kusliana, SH, MKn, dimana sejak buka kantor hingga saat ini, sudah menjalani perjalanan panjang selama 18 tahun, dan akhirnya dirinya berhasil memiliki kantor baru dari jerih payahnya sendiri.

Peresmian dan tasyakuran atas dibukanya kantor baru (milik sendiri) tersebut, dihadiri oleh rekan sejawat dan seprofesi tidak hanya dari daerah Serang saja, melainkan dari berbagai daerah yang ada di wilayah propinsi Banten. Selain itu, hadir juga para kolega dan klien, serta juga hadir para senior dan pengurus, baik Pengurus Wilayah IPPAT Banten, Ellies Daini, SH, MKn, maupun para Ketua Pengurus Daerah (Pengda) yang ada di wilayah Banten.

Tasyakuran yang digelar dengan menggelar pengajian yang diisi dengan penyampaian tausyiah oleh ustadz serta do'a bersama, diisi juga dengan acara ramah tamah dengan diiringi organ tunggal. Bahkan dari beberapa rekan seprofesi dan sejawat, tak sedikit yang menyampaikan kekaguman dan kebanggan atas keberhasilan yang telah dicapai oleh Kusliana, SH, MKn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar