Grosse, Kabupaten Tangerang - Menanti tuk menempati rumah baru bersama keluarga, merupakan impian semua orang. Dan, siapa tidak berkeinginan memiliki rumah idaman yang nyaman dan penuh keberkahan, meskipun harus menanti dalam waktu yang tak terbilang sebentar. Hal inilah yang telah dilalui oleh Paryono, SE, SH, MKn, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten Pandeglang, Banten, lebih dari setahun menanti pembangunan rumah barunya selesai. Dan akhirnya, tepat pada bulan Agustus 2026, apa yang dinanti bersama keluarga terwujud. Namun demikian, keberhasilan membangun rumah idaman, tak membuatnya merasa lebih dari siapa pun, bahkan dirinya bersama para tetangga saling bahu membahu membuat acara dalam rangka Tasyakur atas Rumah Baru (Walimatul Baitil Jadiid) dan do'a bersama. Menariknya, panitia kegiatan tersebut adalah para tetangganya, dan bahkan melibatkan beberapa tokoh masyarakat setempat, serta menghadirkan KH. Jaka Swara sebagai penceramah dalam acara tasyakur yang diselenggarakan pada Sabtu 08 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, sedangkan tasyakur makan bersama warga dan sanak saudara, serta rekan kerja digelar pada hari Minggu 09 Agustus 2026 dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB, yang dihibur oleh penampilan Campursari Laras Budoyo. Hadir pada acara tersebut, Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten Ikatan Notaris Indonesia (INI), Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, berserta keluarga, hadir pula Liza Prihandhini, SH, MKn. Linda Lamora Harahap sekretaris Pengda Kabupaten Tangerang INI dan IPPAT. Siti Chodidjah, SH, MM, MKn, dan beberapa rekan seprofesi di Notaris dan PPAT di propinsi Banten yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
| 'Usaha Keras Tak Mengelabui Hasil', Tasyakur dan Do'a Bersama Rumah Baru Notaris dan PPAT Pandeglang, Sabtu dan Minggu 08 - 09 Agustus 2026. |
Walimatul Baiti Jadid atau lebih tepat secara istilah fiqih disebut walimatul wakirah, merupakan acara syukuran atau jamuan makan yang diadakan saat seseorang akan menempati rumah baru. Istilah ini berasal dari kata walimah (jamuan/pertemuan) dan al bait (rumah), serta jadid (baru). Berdasarkan pengertian dan hukum secara Islam, merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat tempat tinggal yang layak, dan hukumnya adalah mustahab atau sangat dianjurkan (sunnah) oleh para ulama sebagai bentuk berbagi nikmat dan sedekah.
Sedangkan melihat dari tujuan dan manfaat, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur, berterima kasih secara resmi atas karunia rezeki tempat tinggal. Menjalin silatuhrahmi, yaitu dengan mengundang tetangga, kerabat, dan fakir miskin untuk datang ke rumah, serta memohon keberkahan sebelum mengisi rumah baru dengan do'a bersama, zikir dan pembacaan ayat suci Al Qur'an, agar rumah menjadi tempat yang tenteram (baiti jannati).
Hukum asal tasyakuran atau selamatan rumah baru dalam islam, merupakan mubah (boleh) dan dianjurkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat tempat tinggi, dan bukan sebagai kewajiban yang bersifat mengikat. Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Notaris dan PPAT Kabupaten Pandeglang, Paryono, SE, SH, MKn dan istrinya, Titin Rohana, setelah sekian lama berjuang dan berusaha untuk membangun rumah idaman, dan akhirnya pada Agustus 2026 berhasil terwujud.
Guna mengungkapkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, Paryono, SE, SH, MKn bersama Titin Rohana, menggelar Tasyakuran dan Do'a Bersama dengan menggelar dzikir dan do'a dengan menghadirkan KH. Jaka Swara yang dilaksanakan pada malam hari, Sabtu 08 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, sedangkan acara syukuran atau jamuan makan digelar pada hari Minggu 09 Agustus 2026 dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB dengan menghadirkan Campursari Laras Budoyo pimpinan Purnomo.
Dalam Tasyakuran dan Do'a Bersama dengan menghadirkan KH. Jaka Swara, diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an dan Dzikir bersama, kemudian sambutan dari tuan rumah, Paryono, SE, SH, MKn, yang menyampaikan bahwa dirinya hanya ingin berbagi kebahagiaan dan sedikitnya dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan seprofesi (Notaris dan PPAT). "Semua perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas dan sabar, pada akhirnya tidak akan mengkhianati hasil," katanya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV.
Pada esok harinya, sebagai rasa syujur atas nikmat Allah SWT atas berdirinya rumah baru, Paryono, SE, SH, MKn, menjamu para warga sekitar, sanak saudara, rekan kerja, rekan bisnis, sahabat dan lain sebagainya untuk menikmati sajian makanan dan minuman, acara tersebut digelar sejak pagi hari hingga sore hari. Hadir pada acara tersebut, Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Banten Ikatan Notaris Indonesia (INI), Rustianah Dwi Korawan, SH, MKn, berserta keluarga, hadir pula Liza Prihandhini, SH, MKn. Linda Lamora Harahap sekretaris Pengda Kabupaten Tangerang INI dan IPPAT. Siti Chodidjah, SH, MM, MKn, dan beberapa rekan seprofesi di Notaris dan PPAT di propinsi Banten yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Mengadakan acara makan-makan atau berbagi makanan (walimah) untuk keluarga dan tetangga, merupakan amal kebaikan selama diniatkan sebagai rasa bersyukur dan mempererat silatuhrahmi, bukan sebagai keyakinan ritual wajib. Menurut KH. Jaka Swara dalam ceramahnya, bahwa dianjurkan membersihkan dan mengisi rumah dengan ketaatan, seperti membaca Al Qur'an, agar rumah tidak terasa seperti kuburan dan dijauhkan dari gangguan setan.
Sedangkan anjuran berbagi dalam hal ini memberi makan sesama (i'famuth-tha'am), meurpakan amalan utama dalam Islam yang mendatangkan keberkahan. Bahkan guna lebih menambah semarak acara walimah, Paryono, SE, SH, MKn dan Titin Rohana menghadirkan Campursari Laras Budoyo, sehingga menambah semarak dan dipenuhi dengan canda tawa dari para tamu undangan yang hadir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar