Sabtu, 12 Maret 2022

Gowes Santai dan Senang Sahabat Bang Irfan dari Sumatera Utara ke Kota Tua Jakarta

Grosse, Jakarta - Kota Tua, Jakarta, menjadi tujuan para pecinta sepeda dari Sumatera Utara, mereka adalah para sahabat Bang Irfan yang sengaja datang ke Jakarta pada hari Jum'at sore. Pasalnya, pada hari Sabtu, 12 Maret 2022, pukul 06.30 WIB akan bersepeda santai menuju ke Kota Tua, mereka didampingi oleh para pesepeda yang ada di Jakarta, Banten, Bogor, dan Cirebon. Untuk rute yang akan dilalui diantaranya jalan utama yang melewati Patung Pemuda, Bundaran HI, Museum Arsip, Beos, Toko Merah, Monas dan tujuan akhir Kota Tua.

Rombongan Pesepeda dari Sumatera Berfoto di Kawasan Sudirman Saat Beristirahat.

Sabtu, sekitar pukul 05.30 WIB Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV telah bersiap untuk melakukan peliputan, dimana MGD/GrosseTV mendapat kesempatan untuk mendampingi perjalanan menggowes sepeda para sahabat Bang Irfan dari Sumatera Utara menuju Kota Tua, Jakarta Pusat, sekaligus melakukan peliputan, dimana start awal dari Posko Aspirasi yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Setiba di lokasi sekitar pukul 06.10 WIB, terlihat berjajar sepeda dengan beraneka-ragam jenis dan type, bahkan terdengar senda gurau dan tawa kecil dari dalam ruangan Posko.





Ketika memasuki ruangan posko, tampak beberapa sahabat bang Irfan tengah menikmati hidangan makanan dan minuman, sebagian besar mereka mengenakan koas khusus untuk bersepeda. Usai menyapa dan turut menikmati hidangan, penanggung jawab pelaksanaan gowes menginformasikan bahwa akan segera memulai perjalanan. Tak pelak saja, sekitar 40 peserta gowes, baik dari Sumatera Utara maupun dari daerah lain yang ada di Jawa Barat beranjak dari kursi dan bergerak menuju sepedanya masing-masing yang terparkir di depan posko.






Sebelum perjalanan Gowes Santai dan Senang dimulai, sahabat bang Irfan dari Jakarta menyampaikan beberapa informasi, baik mengenai rute dan membagi peserta menjadi dua tim, maupun melakukan do'a bersama agar perjalanan menggowes tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Usai mendapat informasi dan arahan, para peserta menaiki sepedanya masing-masing, kemudian dengan berbaris dua-dua, mereka pun mulai mengayuh sepeda menuju ke kawasan Patung Pemuda.

Berdasarkan pengamatan MGD dan GrosseTV sepanjang perjalanan dari Posko Aspirasi menuju Kota Tua, para peserta terlihat sangat menikmati perjalanan menggowes sepeda, bahkan di beberapa titik daerah, para peserta menyempatkan diri untuk berhenti guna mengabadikan moment tersebut dengan berfoto, baik masing-masing maupun bersama-sama. Menurut salah satu peserta, Sindian O Saputra, SH, menyampaikan bahwa gowes ini dilaksanakan karena rekan-rekan yang ada di Sumatera Utara ingin bersepeda di kawasan Jakarta.






"Makanya, kami sambut baik keinginan mereka, dan kami menyarankan untuk bersepeda pada hari Sabtu, karena hari Sabtu dan Minggu, kondisi Jakarta tidak terlalu pada oleh kendaraan bermotor. Selain itu, kami juga berusaha memberikan jalur atau rute yang akan dilalui, agar temen-temen bisa berfoto dan menjadikan kenang-kenangan," jelasnya kepada MGD/GrosseTV. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu peserta dari Sumatera, Adjie Subandi, SH, MKn, dimana rekan-rekan sahabat Bang Irfan dari Sumatera Utara merasa senang, karena dapat bersepeda di kawasan Jakarta maupun mendapat jamuan dari sahabat yang ada di Jakarta.







"Kami merasa senang dan happy, karena dapat bersepeda juga di kawasan Jakarta, walaupun hanya satu hari, ya di hari Sabtu ini saja. Tapi, temen-temen di Jakarta sangat ramah dan menjamu kami-kami yang datang dari jauh. Rute yang dilalui juga sangat memuaskan, karena banyak tempat yang bisa kami jadikan tempat mengambil foto. Pokoknya mantap, karena menggowes ini untuk bersantai dan bersenang-senang saja," tukasnya.

Yuli Siregar, SH, MKn, menambahkan bahwa jarak yang ditempuh dari posko hingga Kota Tua itu sekitar 20 KM, dan selama perjalanan pun merasa senang karena dapat menikmati suasana Ibukota Jakarta. "Ya, kami senang dan bahagia, karena akhirnya dapat menikmati pemandangan kota Jakarta dengan bersepeda, terus juga selama perjalanan juga tidak banyak kendaraan bermotor yang berlalu lalang," ujarnya singkat.

Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV

Rabu, 09 Maret 2022

Seminar Hukum "Antisipasi Terhadap Kriminalisasi Notaris dalam Menjalankan Jabatan" di Pengda Kota Depok INI

Grosse, Depok - Semenjak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan di semua lini beralih menggunakan digital alias zoom meeting (webinar). Pandemi tersebut berlangsung hampir 2 tahun lamanya, dan untuk pertama kali sejak pandemi muncul hingga saat ini, Pengurus Daerah (Pengda) Kota Depok Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar Seminar Hukum (Semhum) secara luring (tatap muka). Semhum yang digelar pada hari Rabu 09 Maret 2022 ini, mengangkat tema "Antisipasi Terhadap Kriminalitas Notaris dalam Menjalankan Jabatan".

Jajaran Pengurus Pengda Kota Depok Ikatan Notaris Indonesia (INI), dibawah komando Hj. Reine Fauziah, SH.

Seminar hukum yang berkaitan erat dengan kewenangan jabatan sebagai Notaris ini, diikuti tidak hanya oleh anggota Notaris yang ada di Kota Depok saja, melainkan juga Notaris dari daerah lain, seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, bahkan ada dari Semarang. Sedangkan pemateri yang disuguhkan oleh panitia, yaitu antara lain; DR. Widhi Handoko, SH, SpN. Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Akta Wijaya, SH, SIK, MSi, dan Ismiati Dwi Rahayu, SH, dengan Pembawa Acara Alya Rohali, SH, MH, MKn, dan Moderator Ety Nurhayati, SH, MKn.

Pembacaan Do'a oleh Surya Sudradjad, SH, MKn.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Hukum, Andriyani Mirawati, SH, MKn.

Ketua Pengda Kota Depok INI, Hj. Reine Fauziah Amin, SH.

Ketua Pengwil Jawa Barat INI, DR. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLM, SpN.

DR. Yurisa Martanti, SH, MH, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PP INI.

Kegiatan yang dikomandoi oleh Andriyani Mirawati, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Pelaksana (Ketupel) ini, berlangsung lancar dan terbilang sukses, pasalnya tak sedikit peserta yang hadir melontarkan pertanyaan kepada pemateri di setiap sesinya. Menurut Ketupel Semhum, bahwa acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) INI yang diwakili oleh Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PP INI, DR. Yurisa Martanti, SH, MH. Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Barat INI, DR. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLM, SpN. Hadir pula Ketua Pengda Kota Depok INI, Hj. Reine Fauziah, SH. Ketua Pengda Kota Depok Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), DR. Hj. Rianda Riviyusnita, SH, MKn.

Jajaran pengurus Pengda dan Anggota Notaris Kota Depok, serta para peserta berfoto bersama.

"Seminar hukum ini, kami laksanakan karena Kota Depok dalam kondisi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 2, sehingga kami harapkan kepada seluruh rekan-rekan yang hadir tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Dan, kami berharap dengan mengikuti seminar ini, khususnya rekan-rekan Notaris di Kota Depok, dan rekan-rekan Notaris dari luar Kota Depok, dapat mengambil manfaat dari apa yang disampaikan oleh para pemateri," kata Ketupel, Andriyani Mirawati, SH, MKn, dalam sambutannya.

Ketua Panitia Pelaksana, Ketua Pengda Kota Depok INI, Ketua Pengda Kota Depok IPPAT, Perwakilan PP INI dan Para Narasumber, berfoto bersama usai pembukaan acara yang ditandai dengan pemukulan gong.

Menurut Ketua Pengda Kota Depok INI, Hj. Reine Fauziah, SH, bahwa Notaris merupakan sebuah jabatan kepercayaan dari masyarakat dalam membuat akta otentik yang mengatur hubungan hukum diantara para pihak. "Oleh karena itu, kita dalam menjalankan jabatan ini, tentunya dengan profesional, berintegritas dan bermoral yang baik Terlebih lagi, belakangan ini muncul permasalahan hukum yang mengaitkan keberadaan Notaris, sehingga kami merasa perlu untuk mengadakan seminar ini, dan semoga apa yang disampaikan oleh para pemateri dapat diambil manfaatnya," paparnya.

Sedangkan menurut Ketua Pengwil Jawa Barat INI, DR. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLM, SpN, bahwa dengan diadakannya seminar hukum ini, diharapkan mendapatkan perumusan yang baik, dan bagaimana seharusnya Notaris bersikap saat mendapat surat pemanggilan dari penegak hukum. "Dalam seminar hukum ini, diharapkan juga nanti dapat dikupas dari sisi MKN W (Majelis Kehormatan Notaris Wilayah), serta bagaimana sinergisitasnya dalam menyikapi surat pemanggilan atau pemeriksaan dari aparat penegak hukum," tukasnya dalam sambutan.

Pemateri pada sesi pertama, DR. Widhi Handoko, SH, SpN.

Pemateri pada sesi kedua, Kompol Akta Wijaya, SH, SIK, MSi dan Ismi Dwi Rahayu, SH.

Penyampaian sambutan terakhir yaitu dari PP INI yang diwakili oleh DR. Yurisa Martanti, SH, MH, sebelum acara dibuka dengan pemukulan gong, disampaikan bahwa saat pandemi sudah mulai menurun ini, PP INI bisa melaksanakan beberapa agenda yang sempat tertunda. "Jadi, ibu Ketua Umum menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir, karena ada agenda lain, dan ini memang dibagi tugas di jajaran PP. Melihat tema yang diangkat di seminar ini, sejalan dengan salah satu program PP, dan semoga seminar ini dapat dipetik manfaatnya," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, kegiatan seminar hukum yang digelar oleh Pengda Kota Depok INI, berlangsung dengan lancar dan terbilang sukses, namun tetap dengan menerapkan prokes yang dikarenakan kondisi Kota Depok masih di level 2. Banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta seminar yang hadir, tidak semuanya dapat dijawab dikarenakan keterbatasan waktu, sehingga para narasumber mempersilahkan untuk bertanya secara langsung, baik melalui inbok maupun WhattApps (WA). Semoga apa yang disampaikan para pemateri, sedikit banyaknya dapat memberikan gambaran bagaimana dalam proses membuat akta dan bagaimana bersikap saat mendapat surat pemeriksaan dari aparat penegak hukum.

Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.