“Memang harus lebih baik lagi dari yang sekarang, itu
pasti harapan semua orang bertepatan dengan momentum ulang tahun INI yang ke
107 tahun ini. Tapi, bagi saya hanya ada satu hal, yaitu dengan adanya ulang
tahun INI yang ke 107 ini. Hanya ada satu harga mati, yaitu saling hormat dan
cinta,” ungkap Rustianah, SH, kepada Renvoi saat dimintai tanggapannya
berkenaan dengan ulang tahun INI di Kantornya, Perumahan Harapan Kita Blok E-1
No.11-12, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/06-2015).
Artinya sangat luas dan mendalam dari saling
menghormati dan mencintai di antara anggota INI, tambahnya, kalau sudah saling
menghormati dan mencintai satu sama lain tanpa terkecuali. Maka kedepannya
menurut Rustianah, SH, tidak akan ada lagi saling membenci antara anggota yang
satu dengan anggota yang lain.
“Saya tahu benar bagaimana organisasi INI itu, dimana
dari Pengurus Pusat (PP), Pengurus Wilayah (Pengwil) sampai ke Pengurus Daerah
(Pengda) itu lebih bersinergi. Dan, orang-orang yang ada di PP, adalah
orang-orang yang benar-benar berpengalaman,” terangnya.
Lebih jauh lagi, Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI
ini mengutarakan, bahwa saat ini banyak Notaris baru yang diangkat, sedangkan
mereka belum banyak belajar tentang berorganisasi. “Bahkan kebanyakkan dari
mereka melupakan mengenai etika dan estetika. Jadi, ketika memasuki dunia
organisasi, khususnya INI, mereka banyak yang kebablasan. Makanya, kedepannya
seperti yang saya katakan, perlu kesadaran dari seluruh anggota tanpa
terkecuali, harus saling hormat dan cinta,” paparnya.
Bagiya yang muda harus hormat kepada yang tua, dan
sebaliknya, yang tua pun harus cinta kepada yang muda. “Tapi bukan hanya
sebatas cinta saja, namun juga hormat dan cinta, baik yang muda kepada yang
tua, dan sebaliknya. Kedua-duanya harus saling menghormati dan mencintai,
sehingga bisa didalam tubuh INi bisa lebih kompak dan harmonis,” tambahnya.
Ketika disinggung mengenai alasannya, Rustianah, SH,
mengatakan bahwa dirinya mengutarakan hal tersebut karena dia memantau dan
membaca perkembangan isu baik di lapangan maupun di dunia maya, sosial media.
“Ketika saya membaca komentar mereka, menurut saya itu sudah kebablasan dan
tidak mempunyai etika. Kalau ada seorang Notaris berbicara seperti itu, sejujurnya
saya sangat prihatin dan memprihatinkan,” jelasnya.
Lalu apa langkah yang sebaiknya dilakukan, terutama
oleh pengurus, tambah Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI, bahwa sebenarnya
sudah dilakukan pembinaan dan memberikan pengarahan kepada anggota. “Maka,
saya sampai muncul idea, khususnya untuk anggota di Kabupaten Tangerang ini,
agar mengetahui dan memahami tentang sejarah organisasi INI.
Makanya, saya
pasang semua para pengurus INI dari yang pertama sampai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, kalau anggota tidak mengenal para pendidi
INI yang terdahulu, maka tidak menutup kemungkinan anggota kurang perduli
terhadap organisasi. “Tidak kenal, maka tidak akan sayang. Jadi, minimal
anggota Notaris di Kabupaten Tangerang ini, bisa mengenal dan merasakan, walaupun
tidak secara langsung. Tapi, mereka bisa mengetahui apa yang sudah dilakukan
oleh para pendahulu dalam mendirikan organisasi INI ini,” tukas Rustianah, SH.
Lebih jauh lagi, Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI
ini menjelasakan, bahwa dengan mengetahui sedikit saja sejarah INI, maka kan
tertanam di dalam hati. “Insya
Allah,
disitulah akan menimbulkan rasa cinta terhadap organisasi. Nah, disini ini
kalau menurut saya, bukan hanya dituntut dari para pengurusnya saja, melainkan
juga semua anggota Notaris. Kan yang namanya Notaris itu adalah orang-orang
yang sudah dewasa dan pintar, kan sudah seharusnya mereka memahami dan mengerti
kondisinya seperti apa,” terangnya.
Dirinya
merasa prihatin melihat suasana di sosial
media,
dimana tidak mencerminkan jati diri seorang Notaris yang notabene adalah pejabat tinggi yang terhormat. “Semuanya
harus lebih dewasa, saya tidak hanya tertuju kepada pengurusnya saja. Tapi
juga kepada semua anggota Notaris, karena semua harus sadar. Jadi, jangan hanya
menuntut pengurus saja, dan jangan
hanya melihat dari sudut pengurusnya saja. Melainkan
melihat
sudut dari semua anggota Notaris di Indonesia, karena mereka
semua adalah orang-orang pintar, sehingga tidak perlu lagi diajarin mengenai
etika dan tata krama,” tandasnya. (Machfudh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar