Selasa, 28 Juli 2015

Rustianah, SH, MKn : Anggota INI Harus Saling Hormat dan Cinta

“Memang harus lebih baik lagi dari yang sekarang, itu pasti harapan semua orang bertepatan dengan momentum ulang tahun INI yang ke 107 tahun ini. Tapi, bagi saya hanya ada satu hal, yaitu dengan adanya ulang tahun INI yang ke 107 ini. Hanya ada satu harga mati, yaitu saling hormat dan cinta,” ungkap Rustianah, SH, kepada Renvoi saat dimintai tanggapannya berkenaan dengan ulang tahun INI di Kantornya, Perumahan Harapan Kita Blok E-1 No.11-12, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/06-2015).

Artinya sangat luas dan mendalam dari saling menghormati dan mencintai di antara anggota INI, tambahnya, kalau sudah saling menghormati dan mencintai satu sama lain tanpa terkecuali. Maka kedepannya menurut Rustianah, SH, tidak akan ada lagi saling membenci antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
“Saya tahu benar bagaimana organisasi INI itu, dimana dari Pengurus Pusat (PP), Pengurus Wilayah (Pengwil) sampai ke Pengurus Daerah (Pengda) itu lebih bersinergi. Dan, orang-orang yang ada di PP, adalah orang-orang yang benar-benar berpengalaman,” terangnya.
Lebih jauh lagi, Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI ini mengutarakan, bahwa saat ini banyak Notaris baru yang diangkat, sedangkan mereka belum banyak belajar tentang berorganisasi. “Bahkan kebanyakkan dari mereka melupakan mengenai etika dan estetika. Jadi, ketika memasuki dunia organisasi, khususnya INI, mereka banyak yang kebablasan. Makanya, kedepannya seperti yang saya katakan, perlu kesadaran dari seluruh anggota tanpa terkecuali, harus saling hormat dan cinta,” paparnya.
Bagiya yang muda harus hormat kepada yang tua, dan sebaliknya, yang tua pun harus cinta kepada yang muda. “Tapi bukan hanya sebatas cinta saja, namun juga hormat dan cinta, baik yang muda kepada yang tua, dan sebaliknya. Kedua-duanya harus saling menghormati dan mencintai, sehingga bisa didalam tubuh INi bisa lebih kompak dan harmonis,” tambahnya.
Ketika disinggung mengenai alasannya, Rustianah, SH, mengatakan bahwa dirinya mengutarakan hal tersebut karena dia memantau dan membaca perkembangan isu baik di lapangan maupun di dunia maya, sosial media. “Ketika saya membaca komentar mereka, menurut saya itu sudah kebablasan dan tidak mempunyai etika. Kalau ada seorang Notaris berbicara seperti itu, sejujurnya saya sangat prihatin dan memprihatinkan,” jelasnya.
Lalu apa langkah yang sebaiknya dilakukan, terutama oleh pengurus, tambah Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI, bahwa sebenarnya sudah dilakukan pembinaan dan memberikan pengarahan kepada anggota. “Maka, saya sampai muncul idea, khususnya untuk anggota di Kabupaten Tangerang ini, agar mengetahui dan memahami tentang sejarah organisasi INI. Makanya, saya pasang semua para pengurus INI dari yang pertama sampai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, kalau anggota tidak mengenal para pendidi INI yang terdahulu, maka tidak menutup kemungkinan anggota kurang perduli terhadap organisasi. “Tidak kenal, maka tidak akan sayang. Jadi, minimal anggota Notaris di Kabupaten Tangerang ini, bisa mengenal dan merasakan, walaupun tidak secara langsung. Tapi, mereka bisa mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu dalam mendirikan organisasi INI ini,” tukas Rustianah, SH.
Lebih jauh lagi, Ketua Pengda Kabupaten Tangerang INI ini menjelasakan, bahwa dengan mengetahui sedikit saja sejarah INI, maka kan tertanam di dalam hati. Insya Allah, disitulah akan menimbulkan rasa cinta terhadap organisasi. Nah, disini ini kalau menurut saya, bukan hanya dituntut dari para pengurusnya saja, melainkan juga semua anggota Notaris. Kan yang namanya Notaris itu adalah orang-orang yang sudah dewasa dan pintar, kan sudah seharusnya mereka memahami dan mengerti kondisinya seperti apa,” terangnya.
Dirinya merasa prihatin melihat suasana di sosial media, dimana tidak mencerminkan jati diri seorang Notaris yang notabene adalah pejabat tinggi yang terhormat. Semuanya harus lebih dewasa, saya tidak hanya tertuju kepada pengurusnya saja. Tapi juga kepada semua anggota Notaris, karena semua harus sadar. Jadi, jangan hanya menuntut pengurus saja, dan jangan hanya melihat dari sudut pengurusnya saja. Melainkan melihat sudut dari semua anggota Notaris di Indonesia, karena mereka semua adalah orang-orang pintar, sehingga tidak perlu lagi diajarin mengenai etika dan tata krama,” tandasnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar