Grosse, Semarang - Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah (Jateng) Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) selama 3 hari, hal tersebut dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) INI yang ke 114 tahun. Kegiatan yang merupakan kerjasama antara Pengwil Jateng INI dan Pengwil Jateng Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) ini, di isi dengan berbagai perlombaan, diantaranya; Bulu Tangkis dan Tenis Meja, serta Sepeda Santai (Gowes), selain itu di isi pula dengan malam keakraban yang merupakan kegiatan untuk mempererat tali silatuhrahmi diantara anggota. Kegiatan tersebut diikuti dan didukung oleh sekitar 33 Pengurus Daerah (Pengda) yang ada di Jawa Tengah, bahkan diikuti oleh juga oleh Pengda dari luar Jawa Tengah, salah satunya dari Pengda Kab. Bekasi, Jawa Barat. Porseni Pengwil Jawa Tengah INI di gelar pada tanggal 01 Juli hingga 03 Juli 2022, di Gelanggang Olah Raga (GOR) dan Auditorium Universitas Semarang (USM), Jawa Tengah.
| Saat pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah (Jateng) Ikatan Notaris Indonesia (INI), 01 - 03 Juli 2022, di GOR Universitas Semarang, Jawa Tengah. |
Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV mendapat kesempatan untuk melakukan peliputan kegiatan yang digelar oleh Pengwil Jateng INI selama 3 hari, yaitu Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dari tanggal 01 Juli 2022 hingga 03 Juli 2022 di Gelanggang Olahraga (GOR) dan Auditorium Universitas Semarang (USM). Kegiatan itu digelar guna memeriahkan HUT INI yang ke 114 tahun, tak pelak saja gemuruh dari kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, terlebih lagi sekitar 32 Pengurus Daerah (Pengda) yang ada di wilayah Jateng turut serta mensupport dengan mengirimkan atlit-atlit terbaiknya. Selain itu, ada pula Pengda dari dari wilayah luar yang turut serta ikut mendukung, yaitu Pengda Kabupaten Bekasi.
Hari Pertama
Jum'at, 01 Juli 2022, MGD/GrosseTV beranjak dari Jakarta menuju ke Semarang dengan menggunakan penerbangan pagi sekitar pukul 06.55 WIB, dan tiba di bandara Jenderal Ahmad Yani sekitar pukul 08.15 WIB, kemudian langsung menuju ke lokasi acara di USM, Semarang. Setiba di lokasi acara, tepatnya di GOR USM, suasana riuh terdengar karena sudah ramai dipadati oleh para Notaris dari seluruh daerah di Jateng. Terlihat pula para pengurus Pengwil tengah sibuk mengatur para peserta Porseni berdasarkan daerahnya masing-masing, dan tak lama kemudian pembawa acara menyampaikan bahwa sebentar lagi acara pembukaan akan segera dimulai.
Ada hal yang menarik dalam pembukaan Porseni yang digelar oleh Pengwil Jateng INI, dimana pembukan tersebut dilangsungkan seperti layaknya sebuah upacara, karena barisan peserta berdasarkan daerahnya masing-masing dipimpin oleh satu komandan upacara. Setelah merapihkan barisan, pemimpin upacara, dalam hal ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengwil Jateng INI, Prof. DR. H. Widhi Handoko, SH, SpN, memasuki lapangan upacara. Kemudian komandan upacara memberi laporan, bahwa upacara pembukaan siap dilaksanakan. Setelah laporan komandan upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne INI, serta diteruskan dengan pembacaan do'a dan pembacaan ikrar atlit (peserta lomba) yang intinya siap untuk jujur dan sportif dalam bertanding.
Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Wedy Asmara, SH, SpN, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), dalam hal ini diwakili oleh Tagor Simanjuntak, SH, SpN, Ketua Bidang Pembinaan Anggota PP IPPAT. Kemudian, sambutan dari Pemimpin Upacara, Prof. DR. H. Widhi Handoko, SH, SpN, Ketua Pengwil Jateng INI dan IPPAT. Setelah itu, kembali komandan upacara memberikan laporan bahwa upacara telah selesai dilaksanakan, dan kemudian membubarkan barisan para peserta Porseni. Sebelum pertandingan bulutangkis dan tenis meja dilangsungkan, peserta diajak untuk melenturkan otot oleh panitia dengan melakukan senam bersama-sama.
Ketika suara musik mulai terdengar memenuhi ruangan GOR USM, instruktur senam pun menempatkan diri diatas panggung dan mulai memimpin senam, sontak saja para peserta mengikuti gerakan instruktur seraya mengeluarkan suara penyemangat. Tak pelak saja suasana menjadi lebih meriah dan terlihat antusias dari para peserta, bahkan panitia dan pengurus pun tak mau ketinggalan untuk ikut dalam gerakan senam yang dipandu oleh istruktur senam. Setelah beberapa lagu diputar untuk mengiringi gerakan senam, akhirnya ditutup dengan gerakan mengatur pernafasan dan instruktur pun mengakhiri senam bersama tersebut.
Usai senam bersama, panitia kembali menyampaikan kepada para perwakilan Pengda untuk mengecek nama-nama yang akan diturunkan dalam pertandingan bulutangkis dan tenis meja, dimana pertandingan tersebut dibagi menjadi beberapa pertandingan, yaitu ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV dan informasi yang diperoleh bahwa pertandingan bulutangkis dan tenis meja dilaksanakan serentak. "Hari ini, pertandingan bulutangkis dan tenis meja, pertandingan tersebut kita hanya sampai semi final saja. Pelaksanaan finalnya besok pagi, karena peserta lomba sangat banyak dari seluruh Pengda di Jateng dan ada Pengda dari luar Jawa tengah," ujar salah satu panitia sambil mempersiapkan dan mengatur lapangan pertandingan.
Pertandingan bulutangkis, panitia menyediakan sekitar 4 lapangan, sedangkan untuk tenis meja, panitia menyediakan sekitar 3 meja. Menurut panitia, bahwa juri pertandingan ini dari pihak univeristas yang melibatkan para mahasiswa, "USM juga mengirimkan atlitnya untuk ikut bertanding, jadi kami (panitia) tidak ada yang menjadi juri, semua diserahkan kepada ahlinya," tukas salah satu panitia. Suara gemuruh dari para supporter masing-masing Pengda terdengar memberikan semangat kepada peserta perlombaan, namun demikian sorak sorai tidak membuat para peserta lomba ataupun supporter merasa terganggu.
"Menang kalah itu biasa, terpenting kebersamaan dan keguyuban ini harus terus terjaga, khususnya di Jawa Tengah," kata salah satu supporter sambil terus memberi semangat kepada rekannya yang tengah bertanding. Ditengah-tengah berlangsungnya pertandingan bulutangkis dan tenis meja, Sekretaris Umum (Sekum) PP IPPAT, Otty Hari Chandra Ubayani, SH, SpN, MH, tiba dan memasuki GOR, kemudian disambut oleh panitia untuk menempati kursi yang telah disediakan. Tak lama kemudian, panitia meminta Sekum PP IPPAT untuk menyampaikan sepatah kata untuk memberi support kepada para peserta lomba. "Sportif harus diutamakan, menang kalah dalam pertandingan itu biasa, kebersamaan dan kekompakan dan keguyuban ini harus terus dijaga. Dan, selamat HUT INI yang ke 114 tahun, semoga INI terus jaya dan harus mampu memberikan yang terbaik buat anggota," tukas Otty Hari Chandra Ubayani, SH, SpN, MH.
Hari Kedua
Setelah pertandingan bulutangkis dan tenis meja dilangsungkan dan mendapatkan tim yang masuk ke final, maka berakhirnya pertandingan dihari pertama, MGD/GrosseTV pun meminta izin untuk meninggalkan GOR guna beristirahat di hotel tempat menginap. Tak terasa waktu telah berlalu, hari telah berganti. Di hari kedua dari pelaksanaan Porseni Pengwil Jateng INI dan IPPAT, suasana GOR USM tidak seramai hari pertama, pasalnya sebagian besar peserta belum datang. Meskipun demikian, para Pengda yang atlitnya masuk final sudah datang dan tengah melakukan pemanasan, sedangka panitia terlihat sibuk mempersiapkan lapangan yang akan dipergunakan sebagai lokasi pertandingan final.
Menurut informasi yang diperoleh, bahwa Pengda yang masuk final tersebut, antara lain; Pengda Kabupaten Semarang, Pengda Klaten, USM (Universitas Semarang), Pengda Pekalongan, dan Pengda Sukoharjo. Pada hari kedua ini, pertandingan yang dilombakan adalah perebutan Juara I, Juara II dan Juara III, baik bulutangkis maupun tenis meja. Tak beberapa lama kemudian, juri menyampaikan bahwa para peserta yang masuk dalam final untuk mempersiapkan diri, dikarenakan pertandingan akan segera dimulai. Sesaat kemudian, pertandingan pun dimulai, kembali suara sorak sorai dari para supporter terdengar, dan kali ini supporter tidak hanya dari masing-masing Pengda yang masuk final saja, melainkan ada juga peserta dari Pengda lain yang turut memberikan semangat.
Lantaran hanya beberapa pertandingan saja, maka pelaksanaan lomba pun tidak sampai sore hari. Saat menjelang siang, pertandingan telah selesai dilangsungkan dan telah diperoleh para juaranya, antara lain; Untuk Ganda Putra, Juara I bulutangkis direbut oleh Pengda Kabupaten Semarang, Juara II bulutangkis direbut oleh Pengda Klaten dan Juara III bulutangkis direbut oleh USM. Sedangkan untuk Ganda Putri, Juara I direbut oleh Pengda Pekalongan, Juara II direbut oleh Pengda Klaten, dan Juara III direbut oleh Pengda Sukoharjo.
Usai sudah perlombaan bulutangkis dan tenis meja, para peserta pun satu persatu meninggalkan GOR USM menuju hotelnya masing-masing, dan ada juga yang mengisi waktu luang sebelum acara malam keakraban dengan berjalan-jalan menikmati kota Semarang dan berburu oleh-oleh. MGD/GrosseTV pun memutuskan untuk beristirahat di hotel, agar saat pelaksanaan malam keakaban sudah fit kembali. Waktu berjalan cepat, sang mentari pun sudah akan undur diri berganti dengan rembulan. MGD/GrosseTV mempersiapkan diri dan beranjak menuju ke Auditorium USM, lokasi pelaksanaan malam keakraban.
Ketika memasuki auditorium, terdengar lantunan musik dari organ tunggal yang disediakan oleh panitia, dan satu persatu peserta pun mulai berdatangan. Banyak hal menarik yang terjadi berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV selama acara malam keakraban berlangsung. Diantaranya; pemotongan tumpeng HUT INI Ke 114 tahun dilaksanakan dan dipotong langsung oleh Ketua Pengwil Jateng INI dan IPPAT, Prof. DR. H. Widhi Handoko, SH, SpN, selain itu Pengwil Jateng INI dan IPPAT pun menyerahkan satu ekor satu untuk Qurban di Masjid Baiturrasyid Universitas Semarang. Selain itu, suasana malam keakraban pun terlihat semarak dan meriah, pasalnya tak sedikit Pengda-Pengda yang ada di Jateng menunjukan kebolehannya dalam olah vokal dan parodi, bahkan Pengda Kab. Bekasi pun tak mau kalah, turut mengisi acara malam keakraban.
Suasana kekeluargaan, kebersamaan, kekompakan dan keguyuban sangat terasa, terlihat dari antusias para peserta yang hadir pada malam keakraban dengan memberikan tepuk tangan, bahkan turun kelantai untuk menari bersama mengikuti alunan musik dan ikut bernyanyi bersama biduan. Berdasarkan pengamatan MGD/GrosseTV, suasana di auditorium seakan-akan tak ada batas, semuanya bersama-sama hanyut dalam hiruk pikuk kemeriahan acara. Bahkan saat acara sudah selesai, para peserta belum beranjak meninggalkan ruangan auditorium, seakan-akan tidak mau kehilangan momen kebersamaan, malah masih saja ada yang bernyanyi dan mengajak peserta lain untuk terus bernyanyi bersama.
Hari Ketiga, Banjir Hadiah Doorprice
Setelah pelaksanaan malam keakraban di auditorium USM, para peserta akhirnya meninggalkan lokasi acara dan kembali ke hotel tempat menginap masing-masing, begitu pula MGD.GrosseTV pun kembali ke hotel. Keesokan harinya, sekitar pukul 05.55 WIB, MGD/GrosseTV sudah berada di auditorium USM, tepatnya di lahan parkir, dimana akan dijadikan lokasi untuk pelaksanaan acara sepeda santai (Gowes). Saat tiba di lokasi, terlihat beberapa peserta tengah mempersiapkan sepeda yang akan digunakan, selain itu terlihat beberapa meja berada di depan tangga masuk auditorium, di meja tersebut terdapat lembaran daftar ulang bagi peserta untuk mendapatkan nomor peserta dan menurut panitia nomor tersebut juga sebagai nomor mendapatkan hadiah Doorprice.
Beberapa saat kemudian terlihat dua sepeda motor Patwal dari kepolisian memasuki halaman parkir, diikuti dengan para peserta yang mulai berdatangkan satu persatu. Setiba di lokasi, para peserta pun mendaftar ulang guna mendapatkan nomor, kemudian mempersiapkan sepeda yang akan dipergunakan dalam Gowes (sepeda santai). Para mahasiswa USM yang menjadi panitia terlihat sibut mempersiapkan segala sesuatu perlengkapan yang akan digunakan dalam kegiatan Gowes, bahkan ada diantara mereka mengeluarkan sepeda motornya guna menuju ke beberapa titik istirahat bagi peserta. Tak lama kemudian, terdengar suara pembawa acara menyampaikan agar para peserta Gowes untuk bersiap di garis start, karena acara sepeda santai akan segera dimulai.
Kegiatan sepeda santai pun dimulai dengan mengibarkan bendera kotak-kotak yang dilakukan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Wedy Asmara, SH, SpN. Diawali dengan Gowes pertama oleh Ketua Pengwil Jateng INI dan IPPAT, Prof. DR. H. Widhi Handoko, SH, SpN, dan diikuti oleh peserta lain dengan dikawal oleh Patwal dari kepolisian. Jalur yang akan dilalui oleh para peserta Gowes, menurut panitia adalah dari Auditorium USM menuju kawasan kota-kota dan kembali lagi ke auditorium USM. Selang beberapa jam kemudian, terlihat beberapa peserta telah kembali memasuki kawasan Universitas Semarang. Kemudian para peserta beristirahat dengan menikmati sajian makan dan minuman yang telah disediakan panitia, dan selanjutkan akan mengikuti acara bagi-bagi hadiad doorprice.
Menurut informasi yang MGD/GrosseTV peroleh, bahwa banyak sekali hadiah yang disediakan oleh panitia, dan sebagai hadiah utama, yaitu dua buah sepeda, televisi dan guci antik. Acara bagi-bagi hadiah dilangsungkan sebagai puncak acara dari serangkaian kegiatan selama 3 hari dalam rangka memeriahkan HUT INI yang ke 114 tahun, dan yang menjadi intinya adalah kebersamaan, kekompakkan, kekeluargaan dan keguyugan yang terjadi selama acara berlangsung itu sangat terasa. Semoga kegiatan ini akan terus dapat dilaksanakan, khususnya di wilayah Jawa Tengah, salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.
Sukses utk pengwil Jateng ttp kompak
BalasHapus