Senin, 23 Mei 2022

34 Pengda Jateng Tentukan Balon Ketum PP INI dan Balon DKP INI Periode 2022 - 2025

Grosse, Semarang - Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah (Jateng) Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar rapat gabungan guna menentukan siapa saja nama-nama Bakal Calon (Balon) Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) INI dan Balon Dewan Kehormatan Pusat (DKP) INI untuk periode 2022 - 2025 mendatang yang akan diusulkan, pada hari Sabtu 21 Mei 2022 di hotel Aruss, Semarang. Selain itu, pada lokasi yang sama, digelar juga kegiatan Halal Bihalal Pengwil Jateng INI dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) usai rekapitulasi usulan nama-nama Balon Ketum dan DKP dari 34 Pengurus Daerah (Pengda) INI yang ada di seluruh Jateng.

Foto bersama jajaran Pengwil Jawa Tengah INI bersama para Ketua Pengda INI yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV mendapat kesempatan untuk melakukan peliputan pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengwil Jateng INI, yaitu rekapitulasi usulan nama-nama Balom Ketum dan Balom DKP dari seluruh Pengda yang ada di wilayah Jateng. Sudah tentu, kegiatan rekapituasi tersebut dihadiri oleh 34 Pengda, baik dihadiri langsung oleh Ketua Pengdanya maupun perwakilan dari Pengda tersebut, serta juga dihadiri oleh jajaran kepengurusan Pengwil Jareng INI. Menurut Ketua Pengwil Jateng INI, Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, rekapitulasi atau perhitungan jumlah nama-nama Balon Ketum dan Balon DKP dilakukan dengan disaksikan langsung oleh Pengda-Pengda yang ada di Jawa Tengah, agar tidak menimbulkan kecurigaan terhadap Pengwil dalam pengusulan nama-nama Balon Ketum dan Balon DKP ke Pengurus Pusat (PP).





"Kalau tidak salah, seluruh Pengda hadir pada kegiatan rekapitulasi ini, sehingga dapat menyaksikan secara langsung, apakah nama-nama yang dihitung itu sesuai dengan apa yang diusulkan. Selain itu, seluruh Pengda dapat menyaksikan langsung, siapa saja yang masuk dalam urutan lima besar Balon Ketum dan lima besar Balon DKP. Jadi, kalau tidak saksikan langsung seperti saat ini, mungkin akan ada kecurigaan, jangan-jangan ada manipulasi dan sebagainaya. Hal inilah yang kami (Pengwil) jaga, sehingga di Jateng ini terlihat transparansi dalam segala hal," papar Ketua Pengwil saat memimpin rapat.

Jalannya kegiatan rapat gabungan yang isinya melakukan rekapitulasi perhitungan nama-nama yang diusulkan oleh 34 Pengda ini, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne INI, dan selanjutnya pembacaan do'a serta sedikit sambutan dari Ketua Pengwil. Menariknya, saat akan dilakukan perhitungan (rekapitulasi), ada salah satu Pengda yang menanyakan apakah kehadiran peserta pada rapat gabungan ini telah memenuhi qorum atau tidak. Agar tidak berlarut-larut dalam hal pemenuhan qorum atau tidak, karena ada yang berpendapat dalam rekapitulasi tidak diperlukan qorum atau tidak, namun pada rapat gabungan diperlukan qorum untuk mengambil keputusan. Akhirnya, Ketua Pengwil selaku pimpinan sidang menskor selama 30 menit, sesuai dengan aturan yang ada di dalam Anggaran Rumah Tangga.





Jeda selama skorsing tersebut diisi dengan menunaikan ibadah shalat Maghrib dan makan malam, dan tak terasa waktu 60 menit telah berlalu. Ketua Pengwil didampingi Sekretaris dan Wakil Ketua, kembali memimpin rapat, guna melakukan rekapitulasi dari nama-nama Balon Ketum dan Balon DKP. Hasil dari 34 Pengda yang mengusulkan nama-nama Balon, yaitu sebagai berikut; lima nama Balon Ketum yang memperoleh jumlah tertinggi, antara lain; DR. H. Irfan Ardiansyah, SH, SpN, LLM. Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN. Tri Firdaus Akbarsyah, SH, SpN, MH. Otty Hari Chandra Ubayani, SH, SpN, MH. dan Rully Iskandar, SH, SpN. Sedangkan lima nam Balon DKP yang memperoleh nilai tertinggi, antara lain; Yualita Widyadhari, SH, MKn. Firdhonal, SH, SpN. Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN. Sugiarto, SH, SpN dan DR. Habieb Adjie, SH, MHum.

Meskipun demikian, seperti yang disampaikan oleh Ketua Pengwil Jateng INI, Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, bahwa jika ada nama Balon yang masuk namun tidak memenuhi persyaratan seperti yang ada dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), maka tetap akan dimasukan namun dengan dilampiri catatan. Usai rekapitulasi perhitungan nama-nama Balon tersebut, acara dilanjutkan dengan Halal Bihalal, yang diisi dengan penyampaian tausyiah dari ustadz dan diakhiri dengan bersalam-salaman untuk saling memaafkan.

Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV

Minggu, 22 Mei 2022

Tasyakuran Anugerah Guru Besar Kehormatan, "Tidak Boleh Dusta dan Berani Akui Kesalahan"

Grosse, Semarang - Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Tengah (Jateng) Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, menggelar acara tasyakuran karena meraih gelar Profesor (Prof) sebagai tingkat tertinggi dalam dunia pendidikan, dan anugerah sebagai Guru Besar Kehormatan di Univesitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Acara tasyakuran tersebut dihadiri oleh rekan-rekan sejawat dan seprofesi, bahkan hadir pada acara tersebut Prof. DR. Budi Santoso, SH, MSi dan Prof. DR. Suteki, SH, MH. Hadir pula Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), DR. H. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH, didampingi Sekretaris Umum (Sekum) PP IPPAT, Otty Hari Chandra Ubayani, SH, SpN, MH, serta jajaran lainnya.

Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, besama istri dan anak-anaknya (keluarga).

Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV mendapat kesempatan melakukan peliputan pada acara tasyakuran Prof. DR. Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) H. Widhi Handoko, SH, SpN, yang digelar di kediamannya, Jl, Jatiluhur Timur II No.25, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 yang lalu. Acara tersebut digelar dengan penuh kesederhanaan, namun mempunyai makna yang mendalam, terutama bagi Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, yang akrab di sapa bang Widhi itu sendiri. Bagaimana tidak, perjuangan dalam menekuni dunia pendidikan akhirnya mencapai tingkatan tertinggi, yaitu gelar Profesor dan juga mendapat anugerah sebagai Guru Besar Kehormatan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Bukan hanya bang Widhi saja yang berbahagia, akan tetapi istri dan anak-anaknya pun turut berbahagia, bahkan pencapaian yang diperoleh menjadi pemicu dan motivasi bagi anak-anaknya dalam menempuh gelar dunia pendidikan. Selain itu, rekan-rekan seprofesi dan teman sejawat juga turut berbahagia, terlihat dengan banyaknya ucapan selamat, baik disampaikan langsung maupun melalui pesan massanger atau karangan bunga. Bahkan pada saat acara tasyakuran pun, tak sedikit rekan seprofesi yang hadir, dan bahkan membantu mempersiapkan segala sesuatu guna kelancaran dan kesuksesan jalannya acara.





Suasana sebelum dilangsungkannya acara tasyakuran penganugerahan guru besar kehormatan Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, di kediamannya.

Sehari sebelum dilangsungkannya acara tasyakuran, MGD/GrosseTV sudah tiba di kediaman bang Widhi. Berdasarkan pandangan mata, suasananya memang seperti pada hari-hari biasa, hanya saja terlihat tenda telah terpasang, baik di garasi rumah maupun dijalanan tepat disamping garasi. Beberapa saat kemudian, mulailah berdatangan para sahabat seprofesi, mereka terlihat membawa sesuatu yang dapat menunjang kelancaran jalannya acara nanti, bahkan mereka tak sungkan-sungkan membantu mempersiapkan tanda terima kasih yang akan dibagikan kepada para tamu saat hadir pada acara tasyakuran tersebut.

Meskipun demikian, penataan yang dilakukan sangat sederhana, hal tersebut terlihat hanya terdapat sebuah panggung dengan backdrop tulisan ringan, dan didepannya ditata dan disusun kursi untuk para tamu yang datang. Selain itu, tak ada dekorasi yang dilakukan di teras rumah, hanya beberapa meja terpasang untuk para tamu undangan, dan meja hidangan makanan. Semua persiapan dalam acara tersebut dilakukan dan dibantu oleh rekan-rekan seprofesi yang berada di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Semarang, tanpa melibatkan EO (Event Organizer).





Jelang dibukanya acara yang direncanakan akan dimulai pada pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB, tampak satu persatu tamu pun mulai berdatangan, diantara tamu yang hadir antara lain; Prof. DR. Budi Santoso, SH, MSi dan Prof. DR. Suteki, SH, MH. Jajaran PP IPPAT, DR. H. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH selaku Ketua Umum dan Otty Hari Chandra Ubayani, SH, SpN, MH selaku Sekretaris Umum, serta jajaran lainnya; DR. Bambang Syamsuzar Oyong, SH, SpN, MH. DR. Ely Baharini, SH, SpN, MH. Selain itu hadir pula rekan-rekan seprofesi dari wilayah dan daerah yang ada di Indonesia, diantaranya; Muhammad Ridho, SH, SpN. Ruli Iskandar, SH, SpN. Asep Heryanto, SH, MKn, dan tentunya rekan-rekan seprofesi yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Ada beberapa hal yang menarik, terutama pada saat beberapa tamu yang hadir diminta oleh pembawa acara untuk menyampaikan sedikit testimoni, dimana celoteh mengenai perjalanan karier pendidikan Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, diutarakan, salah satu pesan yang disampaikan oleh Prof. DR. Budi Santoso, SH. MSi dan Prof. DR. Suteki, SH, MH, bahwa dalam menyampaikan suatu hal itu tidak boleh dusta, melainkan sampaikan apa adanya sekalipun terasa pahit asal tidak ada kebohongan. Selain itu, pesan lain seperti jika memang berbuat salah, maka harus berani mengakui kesalahan. Lantaran menyangkut jabatan selaku Notaris dan PPAT, maka Prof. DR. KPH. H. Widhi Handoko, SH, SpN, dalam menyampaikan sesuatu itu tidak boleh dusta dan tidak boleh salah.

Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.