Sabtu, 18 Juni 2022

Kilas Balik Pelaksanaan KLB dan RP3YD/Pra Kongres INI, Pekan Baru, Riau, (Episode Satu)

Grosse, Pekan Baru - Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV mendapat kesempatan untuk melakukan peliputan pada kegiatan yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI), yaitu pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) dan Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Diperluas (RP3YD)/Pra Kongres di Pekan Baru, Riau, tepatnya di Hotel Labersa, Kampar, Riau pada tanggal 14 - 16 Juni 2022 kemarin. Kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan Up Grading, guna menyampaikan pengetahuan bagi anggota, baik Anggota Biasa (Notaris Aktif) maupun Anggota Luar Biasa (ALB). Berikut ini, MGD/GrosseTV akan menyuguhkan beberapa rangkaian kilas balik dari perjalanan peliputan yang dilakukan sejak tanggal 13 Juni 2022 hingga 17 Juni 2022, selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Pembukaan acara Up Grading, Kongres Luar Biasa (KLB) dan RP3YD INI, Ballroom, Hotel Labersa, Pekan Baru, Riau.

Udara dingin di pagi hari terasa merasuk ke tulang, namun tak mampu menyurutkan langkah MGD/GrosseTV menuju Bandara Soekarno Hatta (Soeta), terlebih lagi jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Pekan Baru, Riau, terjadwal pada pukul 06.00 WIB. Setiba di bandara Soeta, suasana masih terbilang sunyi, hanya beberapa penumpang saja yang terlihat menuju ke ruang check in. Sejauh mata memandang dan memperhatikan sekeliling bandara, ketika akan memasuki ruang tunggu, terlihat beberapa rekan Notaris tengah bersantai dan bercengkrama. Ya, mereka adalah para peserta yang akan mengikuti kegiatan nasional, Up Grading, KLB dan RP3YD INI di Bumi Lancang Kuning.

Tak lama kemudian, terdengar suara merdu dari seorang wanita, menginformasikan bahwa penumpang pesawat menuju Pekan Baru, Riau, sudah bisa untuk memasuk ke dalam pesawat. Saat itu, MGD/GrosseTV memang tidak menghampiri para rekan Notaris, dan hanya memperhatikan dari kejauhan. Bahkan saat akan memasuki pesawat pun tidak menyapa, dikarenakan armada pesawat yang dinaiki berbeda dan jam penerbangannya pun berbeda beberapa menit. Menurut informasi petugas bandara, bahwa penerbangan dari Bandara Soeta menuju Bandara Sultan Syarief Kasim itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit.



Selama penerbangan, MGD/GrosseTV pergunakan untuk beristirahat, sehingga perjalanan seakan tak terasa. Setelah tiba di bandara, saat akan melangkah keluar MGD/GrosseTV bertemu dengan rekan-rekan Notaris yang juga baru tiba di Pekan Baru, Riau, mereka ada yang berasal dari daerah Bogor, Jakarta, Bandung dan daerah lain yang ada di wilayah Jawa Barat. Setelah menyapa dan bersalaman, MGD/GrosseTV pun berpisah dengan mereka. Ketika masih berada di bandara, MGD/GrosseTV mencari informasi mengenai jarak dan waktu antara bandara menuju ke hotel Labersa, serta jarak dan waktu antara bandara dengan hotel tempat menginap, dan antara hotel tempat menginap dengan hotel Labersa.

Menurut salah satu petugas bandara yang menawarkan armada darat (taksi), bahwa dari bandara menuju hotel labersa itu membutuhkan waktu sekitar 30 menit jika kondisi jalan sedang macet, sedangkan dari bandara menuju ke hotel tempat MGD/GrosseTV menginap itu hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, dan dari hotel tempat meninap menuju hotel Labersa itu dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Mengetahui hal tersebut, MGD/GrosseTV memanfaatkan waktu untuk singgah ke sebuah warung kopi, guna beristirahat sambil mengamati dan menikmati suasana Pekan Baru, Riau.

Usai menikmati semangkuk mie dan secangkir kopi, MGD/GrosseTV pun beranjak menuju hotel tempat menginap selama di Pekan Baru, Riau. Lantaran waktu masih terbilang pagi, sambil menunggu waktu check ini hotel, MGD/GrosseTV mengamati suasana jalan utama Jenderal Sudirman. Dimana jalan tersebut sangat lenggang, tidak terlalu padat, menurut security hotel bahwa kondisi macet hanya pada waktu-waktu tertentu saja, semisalnya jam berangkat kerja dan pulang kerja. "Disini jarang macet bang, ya paling-paling jam saat orang berangkat kerja sama pulang kerja saja, selebihnya jalanan lancar, kecuali kalau lagi ada kegiatan itu bisa macet panjang," paparnya seraya membukakan pintu lobby saat ada pengunjung masuk ke hotel.

Setelah jam dinding menunjukan pukul 12.00 WIB, MGD/GrosseTV pun check in dan usai menerima kunci kamar langsung beranjak menuju ke kamar yang berada di lantai atas. Saat itu pun, MGD/GrosseTV pergunakan untuk merebahkan tubuh di atas kasur, dan berencana akan menuju ke hotel Labersa pada sore hari, guna mengamati persiapan panitia pelaksana guna mensukseskan jalannya kegiatan Up Grading, KLB dan RP3YD (Pra Kongres) INI yang akan digelar para hari Selasa hingga Kamis (14 - 16 Juni 2022). Tak terasa waktu berlalu, entah jam berapa MGD/GrosseTV terbangun lalu bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap menuju ke hotel Labersa. Ingin tahu, kelanjutannya.... Tunggu ya di Episode Dua... Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.

Minggu, 12 Juni 2022

Kantah Kota Depok Bersama Pengda Kota Depok IPPAT Gelar Sosialisasi Aplikasi Layanan Elektronik

Grosse, Depok - Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Depok bersama Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPPAT) Kota Depok menggelar "Sosialisasi Aplikasi Layanan Pengecekan dan SKPT Elektronik oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kantor Pertanahan Kota Depok", pada hari Sabtu 11 Juni 2022 di Kantah Kota Depok, yang diikuti oleh anggota PPAT Kota Depok, baik secara langsung (offline) maupun melalui zoom meeting (online).

Foto bersama jajaran Kantor Petanahan Kota Depok, Pusdatin Kementerian ATR/BPN RI dan PPAT Kota Depok

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Kasie PHPT) Kantah Kota Depok, Riyanto S. Tosse, SSiT, MSi didampingi jajarannya yang mewakili Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kota Depok, Ery Juliani Pasoreh, SH, MSi, MKn, dan Ketua Pengda Kota Depok, DR. Hj. Rianda Riviyusnita, SH, SpN, MH beserta jajarannya. Sedangkan pemateri disampaikan langsung oleh Muhammad Irfan dan Gafarudin Bisri dari Pudatin Kementerian ATR/BPN RI, dan peserta sebagian besar dari PPAT Kota Depok.

Menurut Riyanto S Tosse, saat membuka acara, menyampaikan bahwa saat ini sistem sedang dalam perbaikan, sehingga harus mundur satu langkah demi maju dua langkah kedepan. "Memang saat ini banyak yang mengalami keterlambatan, namun semua itu demi kebaikan kedepannya. Berdasarkan informasi yang ada, bahwa ada sekitar 1.300 masalah dan sudah dapat diatasi sekitar 400 masalah, dan kami menargetkan dalam waktu satu minggu ini, semua sudah bisa terselesaikan semua. Hanya saja, kami juga berharap kepada PPAT agar memahami kendala yang dihadapi," ungkapnya.





Sedangkan Ketua Pengda Kota Depok IPPAT, DR. Hj. Rianda Riviyusnita, SH, SpN, MH, menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi ini, anggota PPAT mendapat kejelasan dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi belakangan ini, terutama mengenai Pengecekan dan SKPT Elektronik. "Namun saya sangat apresiasi kepada pihak Kantor Pertanahan, karena membuka komunikasi, sehingga segala permasalahan yang teman-teman PPAT hadapi, khususnya di Kota Depok, dapat diselesaikan. Terlebih lagi, kami sangat menyambut baik dengan adanya acara sosialisasi ini, meskipun diadakan secara mendadak, tapi ini adalah sebuah langkah dalam menyelesaikan permasalahan dan PPAT pun mendapatkan solusinya," ujarnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV disela-sela berlangsungnya kegiatan.

Kegiatan sosialisasi yang direncanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pada jam 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan sesi kedua pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB, mendapat antusias besar dari PPAT Kota Depok, terlihat pada saat sesi pertama, peserta yang hadir melebihi jumlah kursi yang disediakan oleh Kantah Kota Depok. Akibatnya, ada sebagian peserta yang telanjur datang pada sesi pertama, diminta untuk mengikuti sesi kedua oleh salah satu pengurus Pengda Kota Depok IPPAT. Selain itu, saat sesi pertama berlangsung, tak sedikit pertanyaan terlontar dari peserta, terutama mengenai permasalahan yang dihadapinya.





Mendapati pertanyaan yang disampaikan oleh peserta sosialisasi, pemateri dari Pusdatin Kementerian ATR/BPN RI pun menanggapi satu persatu, sambil menjelaskan dan menerangkan penyebab terjadinya penolakan pada sistem aplikasi tersebut. Begitu pula saat dilangsungkannya sesi kedua, pertanyaan pun dilontarkan oleh peserta. Meskipun beberapa pertanyaan yang disampaikan hampir sama dengan pertanyaan yang sebelumnya, namun pemateri dengan penuh kesabaran menjawab dan menjelaskan apa penyebab terjadinya penolakan sehingga terjadi keterlambatan dalam proses di aplikasi.

Semoga sosialisasi dalam memberikan pencerahan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh PPAT, khususnya anggota IPPAT Kota Depok dapat terus dilangsungkan demi penyelesaian permasalahan yang ada. Salam kompak dan sukses selalu dari MGD dan GrosseTV.