Jumat, 23 Mei 2025

"Dari Anggota, Untuk Anggota dan Oleh Anggota, itu Demokrasi"

Grosse, Kepulauan Seribu - Tanggapan mengenai demokrasi disampaikan pula oleh Chrystofer Siagian, SH, MKn, Notaris Kepulauan Seribu, dimana dirinya menyampaikan bahwa demokrasi merupakan sistem yang ada di Indonesi, bukan hanya dalam pemilihan, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. "Dari anggota, untuk anggota dan oleh anggota. Jadi siapa saja punya hak untuk dipilih dan memilih, dan semua calon ketua tentunya adalah anggota yang terbaik. Namun, siapa pun yang akan dipilih, diharapkan dapat mewujudkan apa yang jadi aspirasi anggota, dan dapat mengayomi dan melindungi anggota," tukasnya kepada Majalah Grosse Digital (MGD)/GrosseTV, saat dijumpai di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 03 Mei 2025.

Chrystofer Siagian, SH, MKn
Notaris Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Menurut Chrystofer Siagian, SH, MKn, bahwa dirinya dan rekan-rekan seprofesi lain menaruh harapan kepada organisasi, terutama kepada pengurus di dalam organisasi, agar dapat menjadi jembatan dalam melakukan hubungan komunikasi. "Sebagai jembatan bagi kami dalam melakukan komunikasi dan diskusi, sehingga kendala dan permasalahan yang kami hadapi bisa mendapatkan jalan keluar atau solusi, baik secara fomil maupun nonformil. Komunikasi dan diskusi itu, bukan hanya dengan sesama rekan Notaris saja, melainkan juga terhadap pemerintah dan instansi lain serta stackholder yang terkait dengan pekerjaan selaku Notaris," paparnya.

Lebih lanjut lagi, Notaris Kepuluan Seribu tersebut menyampaikan bahwa Notaris dan PPAT mendapat pembinaan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum (Kemenkum) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia (RI), sehingga berharap terhadap organisasi melalui pengurus agar dapat menjadi jembatan. "Dengan adanya komunikasi antara organisasi dengan pemerintah atau stackholder, kami berharap bisa mendapatkan pembinaan dalam menjalankan kewenangan selaku Notaris maupun PPAT," ungkap Chrystofer Siagian, SH, MKn.

Saat disinggung mengenai sosok yang diharapkan sebagai ketua dalam kepengurusan yang ada di organisasi, baik Ikatan Notaris Indonesia (INI) maupun Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), pria yang akrab disapa Chris mengatakan, bahwa secara pribadi, dirinya berharap sosok pengurus yang bisa dan mampu mengayomi dan melindungi anggota. "Artinya, ketua pengurus harus mampu dan bisa menyerap serta mendengarkan anggota, selain itu juga harus lebih mengutamakan kepentingan anggota dan kemajuan organisasi, bukan hanya kepentingan bagi segelintir anggota saja," tukasnya.

Demokrasi dalam pemilihan di organisasi, Chris memandang bahwa baik secara aklamasi maupun secara pemilihan, kedua sistem tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. "Misalnya aklamasi, selama hal tersebut diputuskan dari anggota keseluruhan, maka itu hal yang sangat baik karena memenuhi keinginan dari anggota. Begitu juga dengan pemilihan, jika memang ada dua calon atau lebih, kan lebih baik dilakukan pemilihan melalui voting," jelas Chris.

Menurutnya, memang dalam pemilihan akan terjadi perbedaan pendapat dan friksi, namun hal tersebut tidak akan mengarah ke negatif, jika yang menang dapat merangkul yang kalah dan yang kalah dapat menerima dengan lapang dada. "Selain itu, kalau ada beberapa kandidat, justru lebih baik, karena program yang ada di masing-masing kandidat dapat dikolaborasi, karena saya yakin para kandidat pasti bertujuan untuk kepentingan anggota dan kemajuan organisasi," tandasnya mengakhiri percakapan dengan MGD/GrosseTV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar